Selow Stories

Refine by tag:
selow
selow

2 Stories

  • mahasiswa abadi by black_ink358
    black_ink358
    • WpView
      Reads 38
    • WpPart
      Parts 1
    bukan karena malas menegerjakan bukan karena malas menyelesaikan mungkin karena ada problem dan mungkin ada keinginan igin lama lama di tempat itu aku adalah salah satu orang yang ingin pergi jauh dari kampus dan tidak ingin lama lama berada di sekitar kampus, aku selalu berusaha ketika aku mendapatkan banyak kesulitan. melawan dan mengambil kesempatan adalah cara pertamaku untuk melewati proses yang aku dapatkan. proses dimana sesuatu yang mudah terlihat sulit. sesuatu yang terlihat sulit menjadi sangat mudah. entah salahku dimana aku memang keras kepala aku memang tidak suka membaca salah satu kelemahanku kenapa aku lama dan awet di universitas. haha hanya sedikit comentar dan saran yang aku dapatkan tetapi kebanyakan menyudutkan suatu tindakan yang terlihat bahwa ada hal aneh dalam suatu yang sebenarnya aku mengetahui apa yang terjadi saat itu. pagi adalah waktu yang selalu ku tunggu . mau itu embun, atau hujan bahkan badai sekalipun, aku tak pernah menyesalinya. selalu beusaha dan menyelesaikan tugas sebagai mahasiswa. tanpa menyalahkan siapapun. cara terbaik agar bisa melewati semua ikuti alur jangan beda arah jangan melawan arah semua akan baik baik saja hingga sampai akhirnya akan tau siapa yang luar biasa hanya waktu perjalanan waktu selalu bersyukur atas jalan yang di berikan oleh tuhan.
  • Selow bersama TUHAN by Kormateray
    Kormateray
    • WpView
      Reads 11
    • WpPart
      Parts 1
    Kita tahu bahwa manusia dikarunia akal budi pekerti untuk dapat berpikir dan menalar segala sesuatu. Manusia menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Semua baik adanya untuk membantu dan mempermudah hidup dan kehidupan manusia sendiri. - Ironisnya, sebagian manusia terlalu serius eh bahkan sampai pada titik ingin menggantikan Tuhan? Benarkah begitu? Mari sila potret praktik beragama saat ini terutama di Indonesia. Maksud menggantikan lebih tepatnya pada peran yang seharusnya adalah otoritas-Nya. - Tak ayal, manusia berani mengatasnamakan Tuhan dalam berbagai keputusan dalam kehidupan bermasyarakat. Sekalipun , dampaknya terjadi perpecaha, permusuhan bahkan pertumpahan darah. - Menurut penulis, sebenarnya jika manusia menurunkan egoisme, fanatisme dan dominasinya mengingat Tuhan adalah Yang Maha Kuasa maka tidak akan terjadi banyak penyimpangan. Apa salahnya manusia merunduk dan menyerahkan hidupnya ke dalam pengasihan dan perkenaan Tuhan? Selow saja, manusia tidak perlulah terlalu serius menalar Tuhan. Siapakah kita ini?