natannn777
"Mencintaimu, biarlah ini menjadi urusanku. Sebab kenangan hanya bisa diingat, dan tidak akan pernah menjadi karat."
Bagi Angin, hari-hari di SMP Jaya Bhakti berubah total sejak matanya tertuju pada Kayla Maherunisa Husein. Kayla itu berbeda-dewasa, cerdas, dan memiliki senyum yang mampu mengubah suasana hati. Meski status mereka hanya sebatas teman dekat, Angin rela bertahan di sisinya, menyelipkan namanya di setiap doa malam, hingga merangkai nada-nada gitar dari rasa kagum yang terpendam.
Dari riuhnya perjalanan study tour hingga obrolan hangat di atas motor, Angin mengira ia punya ruang di hati Kayla. Namun, ketika rasa cemburu mulai mengikis kedekatan mereka, sebuah pengakuan di malam menjelang Lebaran justru menjadi titik balik yang memilukan.
Ini adalah sebuah kisah klasik tentang pertemanan, ego remaja, dan seni mengikhlaskan cinta yang bertepuk sebelah tangan.