Sembuh Stories

Refine by tag:
sembuh
WpAddminus
WpAddmata
WpAddobat
WpAddpengobatan
WpAddalami
WpAddampuh
WpAddlangsung
WpAddmujarab
WpAddmurah
WpAddapa
WpAddbisa
WpAddnyembuhin
WpAddkembali
WpAddcepat
WpAddmanjur
WpAddmengurangi
WpAddnormal
WpAddmenyembuhkan
WpAddagar
sembuh
WpAddminus
WpAddmata
WpAddobat
WpAddpengobatan
WpAddalami
WpAddampuh
WpAddlangsung
WpAddmujarab
WpAddmurah
WpAddapa
WpAddbisa
WpAddnyembuhin
WpAddkembali
WpAddcepat
WpAddmanjur
WpAddmengurangi
WpAddnormal
WpAddmenyembuhkan
WpAddagar

599 Stories

  • titik percik air by fslsbl_
    fslsbl_
    • WpView
      Reads 10
    • WpPart
      Parts 2
    Titik Percik Air adalah kisah tentang janji yang diucapkan terlalu mudah, namun dilupakan tanpa rasa bersalah. Setiap janji yang tak ditepati menjelma menjadi percik air mata-jatuh perlahan, berulang, hingga membentuk genangan trauma yang dalam. Tokohnya hidup dengan ingatan tentang cinta yang pernah terasa hangat, tetapi menyisakan luka karena pengalaman relasi yang melukai batas batin dan rasa aman. Ia takut pada kata "jatuh cinta", karena baginya cinta pernah menjadi ruang yang membuatnya kehilangan diri sendiri. Cerita ini bergerak di antara rasa bersalah yang membelit saat ia akhirnya berani mengungkapkan apa yang pernah terjadi-sebuah pengakuan yang terasa seperti pengkhianatan pada masa lalu, namun sekaligus jalan menuju pemulihan. Ketakutan, diam, dan air mata saling bersahutan, tetapi di sela-selanya tumbuh upaya untuk bangkit: belajar memaafkan diri, menegakkan batas, dan merawat luka tanpa menyangkalnya. Melalui bahasa yang puitis dan sunyi, Titik Percik Air bukan sekadar kisah cinta yang patah, melainkan perjalanan menemukan kembali keberanian-bahwa bangkit tidak selalu berarti melupakan, melainkan berani hidup berdampingan dengan ingatan, sambil perlahan percaya bahwa diri ini tetap layak dicintai. note : ini cerita ke 14 ku tetapi ku publish duluan
  • BERTEMU DI PEMAKAMAN by Sikunin
    Sikunin
    • WpView
      Reads 812
    • WpPart
      Parts 1
    "Tujuh tahun tinggal sendiri membuatku berteman akrab dengan kesepian. Alih-alih berteman dengan orang lain. Aku justru menghindar dari mereka. Aku takut, mereka akan mengasihaniku jika mengetahui apa yang kujalani. Jadi, selama tujuh tahun terakhir aku menjadi orang berbeda. Aku bisa mendapatkan penghargaan dengan kategori akting terbaik kurasa." Aku terkekeh pelan. Lalu menghembuskan napas lega. "Kau semakin cantik saat tertawa." Aku kembali menatap pria itu. Ia tersenyum, dan entah kenapa aku membalas senyumnya. "Sering-sering senyum sama tertawa ya. Kau pantas untuk bahagia."