akunijo
Aku merasa hancur, seolah hidup telah merenggut hampir seluruh kekuatanku. Hari-hari kulewati dengan langkah yang rapuh, sementara menyerah sering kali terdengar lebih menenangkan daripada bertahan. Namun, di balik segala luka yang tak terlihat dan kelelahan yang tak pernah benar-benar usai, masih tersimpan sekuntum iris biru di dalam diriku. Ia kecil, nyaris tak tampak, tetapi tak pernah benar-benar layu. Ia adalah kerinduan akan kehidupan yang lebih baik, lebih tenang, dan lebih penuh cinta. Selama iris itu masih hidup, sekecil apa pun kelopaknya, aku tahu bahwa di antara seluruh kehancuran ini masih ada alasan untuk percaya bahwa suatu hari nanti aku pun akan mekar kembali.