Greenferran
Satu seri dari deretan prosa bodoh yang ingin kutulis. Hanya sebuah cipratan masa lalu yang bukannya ingin kukenang, namun pantas diabadikan. Puisinya, bukan manusianya
Juwandi, ayahku sendiri pernah berkata juga, "Jika kau merasakan sesuatu, tulis. Maka ketika kau sudah tidak merasakannya, kau bisa tertawa, menangis atau bahkan gembira pada tulisanmu sendiri."
So, mari nikmati. Jika kau dan aku berada dalam perasaan yang sama kali ini, mari berbincang sembari meminum kopi panas dipinggir jalan. Sembari mencoba menjadi teman
Bandung, 20 Januari 2018
Green Ferran