matchatos
Museum itu sepi, hanya langkah Sekar yang bergaung di antara bayangan kaca.
Di balik vitrin, sehelai kain tua menanti-warnanya pudar, motifnya asing, seperti berasal dari dunia yang tak dikenal.
Saat jemarinya menyentuh serat kain itu, getaran halus menjalari kulitnya.
Sejenak ia mengira hanya ilusi.
Sampai udara di sekelilingnya berubah... dan kegelapan menelannya bulat-bulat.