Febrianachmad
Sekilas, teringat tentang bayang pesonamu
Klasik seperti awan kelabu
Memerah seperti lembayung senja
Memikat teriring simponi burung gereja
Seingatku, kita pernah Memadu asmara
Di reruntuhan Rinai hujan
Di belantara angin pancaroba
Di musim-musim daun berguguran
Selebihnya; kita hanya termangu membisu
Terdampar diketenangan rindu
Dihempasan lamunan bayu
Terdiam di hening pilu
Karna, cuaca yang kita lewati
Sudah bosan menemani
Di perjalan asmara hati
Yang perlahan mulai mati