SastraLibra10
Ryan selalu menjadi anak yang "kurang" bagi kedua orang tuanya. Nilai bagus dianggap belum cukup. Bakat seni dianggap buang waktu. Pilihan Hidupnya dianggap bentuk pembangkangan. Setiap langkah Ryan selalu disangkal, direndahkan dan dikritik. Tak ada pelukan. Tak ada validasi. Hanya tuntutan dan berbandingan