AishuraYuusanagi02
Apa Jadinya, jika kamu ikut terseret dalam masalah, yang bahkan kamu sudah disumpah untuk tidak ikut kedalamnya dengan alasan kode etik ?
Bagaimana Jika kamu nantinya akan menjadikan masalah mu sendiri untuk menyakiti orang lain?
****
"Kak, menurutmu, apakah pria pantas untuk menciptakan ketakutan dalam hubungannya dan pasangannya?" Tanya Nawa, pada Andi yang sedang berkutat dengan pekerjaannya.
Andi menghentikan pekerjaannya sejenak. "Ketakutan seperti apa?" tanyanya.
Nawa menceritakan masalahnya. Mengenai kasusnya, dan mengenai citranya yang dipertanyakan karena tidak sanggup lagi. Namun kali ini, kekasihnya yang malah mendengar fakta kebalikannya.
Andi hanya tertawa. "Adikku, Kamu sama Satrio sudah sangat banyak membantu. Tidak semua teguran dapat diterima, fyi aja ya. Karna kamu sama Satrio sudah sampai di batas untuk menahan diri agar tidak burn out, wajar jika ledakan emosi itu muncul."
Andi terdiam sejenak, lalu menatap adiknya. "Okta sendiri sudah bilang, jika tidak mampu, bawa ke ahlinya ya. Kamu pun sudah menyarankan. Jadi tidak ada yang salah jika kamu pun marah dengan hal demikian."
Dielusnya kepala adiknya. "Baik istriku, maupun adikku, sama - sama sudah disumpah pegang trisula. Kalian sama - sama belajar. tidak usah khawatir akan menjadi penjahat. Sebab sekelas profesional pun akan mengeluh lelah jika menemukan hal yang tidak bisa dia selesaikan.
Selaras dengan ucapanmu, bahwa Ilmu Psikologi ini akan berkemban menjadi suatu bidang keilmuan yang sangat dinamis. Percayalah, tidak semua saran itu akan masuk di mereka.
Kecuali, jika mereka benar - benar menjadikan saran itu adalah sarana untuk berpikir"