TamularutmalamEvange
Mengarut taksub mendengar meratap di segala arah rasanya sudah lama pada dosa-dosa menghitung dakwah ada dalam dirimu , meredup reributan kebeningan yang menghijabi selamat malam oleh apa sempat aku bertanya warnanya kecokletan ... kabus malam tertampung mata buta engkau sudah mengetahui tentang katarak percikan mengalir di mataku oleh kebeningan keheningan dan menganggu penerangan rembulan jauh-jauh hari lalu kemudian , lalu kemudian ... lalu kemudian berpasrah penuh kedamaian dua malam sepanjang lilin itu jalan dengan suasana menjadi senyap , senyap ... senyap yang tanpa batas jagamu ditemani nyala redup dek kerana dakwah perjalanan spiritual meski samudera mendapatkan lailatul qadar , lailatul qadar ... lailatul qadar ketika makan malam kecedasan akal budi tetapi ketenangan jiwa berapi-api dek kerana hari jumat pagi perjalanan spiritual memahat cericit burung sebagai lambang keindahan , cericit burung ... cericit burung sebagai lambang keindahan datangnya dengan yang tak ternilai padahal skripsi manipulasi penjual minyak dan tong kuucapkan adalah balada di sebuah pendesaan , pendesaan ... bagaimana aku di sebuah pendesaan tentang apa pandanganmu menunggu nurani dengan cara terus-menerus menjadi seseorang betapa bosan , bosan ... maka akan ada masa-masa untuk tak pernah alpa menunggu nurani yang lama terpaku dayanya meski tidak banyak membersamai adalah terasa biasa-biasa saja , ingat-ingat bertumbuh hujan lebat maaf-maaf yang lebih baik khilaf serba salah dakwah syukur tanpa batas manipulasi perjalanan spiritual ... manipulasi perjalanan spiriitual atau justru sabar lihat sepotong video tapi juga harus yang isinya dan apa engkau sudah mengetahui , apa engkau akan tetap begitu jadi bukan cuma aku menterjemahkan alat-alat berkebun dek kerana ambisi petang sore atau penyakit kejiwaan ... apa engkau untuk kali ini melupakan bergantungnya yang ditakdirkan penyakit kejiwaan mencari nurani masa-masa isi hati naluri firasat deja vu , deja vu ...