Hyund_n
Aku adalah anak yang penyendiri.
Suatu pagi pukul 07.00, aku harus masuk sekolah. Seperti biasa, nenek sudah sibuk mengurusku sejak subuh. Pukul 05.50 nenek membangunkanku.
"Ayo bangun, waktunya mandi. Sebentar lagi sekolah," ucapnya lembut.
Aku pun bersiap mandi. Setelah selesai, aroma masakan nenek tercium dari dapur. Nenek memasakkan telur untuk sarapanku.
"Sarapan dulu sebelum berangkat," katanya.
Walau hanya nasi dan telur, rasanya sangat enak bagiku. Masakan nenek selalu terasa istimewa. Setelah sarapan, aku mengenakan kaus kaki, sepatu, dan menyiapkan buku ke dalam tas. Aku lalu berpamitan kepada nenek dan kakek sambil mencium tangan mereka.
Sekolahku berjarak sekitar 2,7 kilometer. Aku berjalan kaki sendirian seperti biasa. Meski kadang takut, aku sudah terbiasa. Banyak juga teman-temanku yang berjalan kaki. Udara pagi masih sejuk, dan terkadang aku bernyanyi pelan di jalan.
Sesampainya di gerbang sekolah, aku melihat banyak penjual jajanan. Aku juga melihat teman-temanku diantar orang tua mereka. Dalam hati aku bertanya, kapan ya aku bisa diantar? Orang tuaku sibuk, itulah sebabnya aku tinggal bersama nenek.
Di kelas yang ramai, aku memilih duduk di bangku paling pojok, dekat meja guru namun di belakang. Aku belum punya teman karena baru pindah sekolah.
Saat istirahat pukul 09.00, seseorang mendekatiku. Ia mengajakku berteman dan meminjam uang jajan dengan alasan belum makan. Karena aku polos dan baik, aku meminjamkannya uang-kadang seribu, kadang dua ribu rupiah. Aku tidak berpikir macam-macam, yang penting bisa membantu.