Estony12
Pada Malam natal, di sebuah kota terlihat banyak orang begitu ramai dengan hiruk pikukknya berjalan di jalanan kota tersebut, yang dipenuhi cahaya lampu dan berbagai hiasan natal yang indah dan menarik. Di tengah jalanan kota tesebut, terlihat seorang gadis mengenakan pakaian lusuh sedang berjalan menyusuri setiap jengkal jalanan kota tersebut untuk menawarkan korek api yang di jualnya kepada para pejalan kaki yang berjalan di kota tersebut.
Di tangannya tergenggam beberapa batang korek api yang sejak tadi pagi di jualnya tapi tak seorangpun yang membeli bahkan melirik dagangan tersebut. Orang - orang pun terus berjalan tanpa menunjukkan sikap peduli ataupun sedikit memberikan perhatian kepadanya.
Waktupun begitu cepat bergulir dan haripun sudah mulai gelap menunjukkan bahwa malam pun tiba. Angin malam pun berhembus dengan kencang sehingga membuat tubuh sang gadis kedinginan. Apalagi pakaiannya hanya di baluti dengan kain yang tipis yang dipenuhi dengan tempelan jahitan. Ia pun memeluk tubuhnya sendiri, berusaha untuk menahan dinginya udara malam. Langkahnya pun semakin berat. Perutnya terasa lapar, tubuhnya terlihat lelah, dan matanya mulai berkaca - kaca. Namun di tengah kesedihan yang dia alami, Dia mencoba untuk tetap tegar untuk menghadapi arus kehidupan yang begitu berat yang tidak berpihak kepadanya. Dia Berpikir bahwa, Toh! Kehidupan terus berjalan entah bagaimanapun situasi dan kondisinya.
Gadis itu pun melanjutkan perjalanannya mencari orang - orang yang mungkin akan membeli korek api yang di jualnya. Semakin dia berusaha semakin tak seorangpun yang tertarik untuk membeli korek apinya dan jalanan di kota itupun menjadi sepi. Karena orang - orang yang berjalan di kota itu, mungkin sudah kembali pulang kerumahnya masing - masing untuk merayakan malam natal bersama keluarganya masing - masing.
Perjalanan gadis itupun berhenti karena langkahnya begitu berat untuk berjalan lagi, karena kelelahan dan perutnya menunjukkan tanda lapar yang begitu hebat. Dari