daveygilbert
Raka lelah menjalani kehidupan ganda. Ia muak menipu ibunya yang salihah, ia lelah tersenyum di depan guru-gurunya, sementara di dalam kamar ia merasa seperti makhluk paling kotor di dunia. Ponsel di genggamannya bukan lagi alat komunikasi, melainkan penjara bawah tanah yang terus menguras dopamin dan memorinya.
Ketika pertahanan jiwanya benar-benar sekarat, sebuah brosur pesantren dari seorang ustaz muda menjadi tali penyelamat terakhirnya. Raka pergi, menjauh dari kasur empuk dan akses internet tanpa batas, demi menyembuhkan kepalanya yang cedera. Di pondok, ia tidak hanya belajar agama, tapi belajar "sakitnya" menahan diri saat memori kotor masa lalu kembali merangsek di sepertiga malam yang sunyi.
Kisah berseri 7 episode ini didedikasikan untuk siapa saja yang hari ini sedang berjuang dalam diam, bertarung dengan adiksi digital di era modern, dan sedang mencari jalan pulang menuju kedamaian sejati.