JusttNataaa13
Terkadang ada tipe manusia yang sengaja menelan dunianya sendiri dalam diam. Bukan karena mereka lemah, tapi karena diam adalah satu-satunya cara agar luka lama tidak disentuh oleh tangan-tangan yang salah.
Lalu, takdir membawa sebuah pengecualian. Seseorang datang menawarkan warna, aroma, dan alasan untuk kembali percaya. Membuat kotak gelap yang dibangun bertahun-tahun itu perlahan retak oleh kenyamanan. Namun, dunia tidak pernah membiarkan seseorang bahagia terlalu lama.Ketika satu-satunya alasan untuk bertahan hidup direnggut tanpa ampun, keheningan itu berubah wujud. Ia tidak lagi menjadi pelarian atau benteng pertahanan. Ia bertransformasi menjadi sesuatu yang tak kasat mata, bergerak di bawah tanah, merayap di balik dinding-dinding hukum, dan mengincar setiap orang yang bertanggung jawab tanpa suara.
Hukum mungkin punya mata, tapi kesunyian punya caranya sendiri untuk menuntut balas. Pada akhirnya, keadilan akan tegak dan badai akan berlalu. Namun pertanyaannya: setelah semua dunia di sekitarnya runtuh dan musuh-musuhnya hancur tanpa sisa, ke mana langkah kaki yang telanjur mati itu akan pergi?
Biarkan sunyi menemukan jalannya sendiri.
Catatn : Cerita ini murni karya fiksi. Nama, karakter, tempat, instansi, dan seluruh kejadian di dalamnya adalah hasil imajinasi penulis. Kesamaan dengan nama tokoh nyata, orang yang masih hidup atau sudah meninggal, serta peristiwa di dunia nyata hanyalah kebetulan belaka