petalandcrown
Ayah Laras pernah bilang, pasangan yang baik itu seperti Kamajaya dan Dewi Ratih. Bukan yang sama, tapi yang saling menerangi.
Laras tidak pernah benar-benar mengerti maksudnya. Sampai seseorang dengan santainya memakan coklatnya di bis, bahkan sebelum mereka berkenalan. Laras, mahasiswi psikologi yang percaya weton dan teori. Lanang, mahasiswa teknik yang percaya Tuhan dan proses. Satu ingin menyelesaikan masalah malam itu juga. Satu butuh diam dulu sebelum bisa bicara. Satu mencintai dengan analisis. Satu mencintai dengan hadir.
Mereka tidak pernah benar-benar sama. Dan perjalanan mereka bukan tentang menjadi sama, melainkan tentang belajar memahami seseorang yang tidak akan pernah sepenuhnya kamu mengerti.
Selaras, karena cinta yang nyata bukan yang berdiri megah dan terlihat, tapi yang menyebar pelan-pelan, masuk ke dalam hal-hal kecil, dan tetap bersinar meski tidak selalu terlihat.