TriHarianto
Rega, seorang murid sekolah dasar yang cerdas dan menyukai dunia pemrograman, menemukan pelarian dari rasa kesepian dan masalah keluarganya melalui dunia digital. Di sekolah, ia kerap menjadi sasaran pemalakan oleh Tono dan gengnya. Suatu hari, aksi perundungan Tono digagalkan oleh Naya, teman sekelasnya yang berani.
Terinspirasi dari pelajaran Seni Rupa tentang sejarah Burung Dara Pejuang burung merpati yang menyampaikan pesan rahasia secara mandiri dan aman menembus kepungan musuh, Rega tergerak untuk menciptakan sebuah program kecerdasan buatan (autonomous AI agent) rahasia yang ia beri nama DARA (Digital Automated Reconnaissance Agent). DARA mampu menyusup ke dalam jaringan digital tanpa terdeteksi, memetakan lalu lintas data, serta mengumpulkan informasi sensitif.
Saat Tono merencanakan aksi licik untuk memfitnah Naya dengan mencuri buku jurnal wali kelas dan menyelipkannya ke dalam tas Naya, Rega menggunakan DARA untuk membongkar rencana tersebut. Melalui penjelajahan di dunia virtual, DARA berhasil menembus sistem pertahanan siber yang dipasang oleh sekutu Tono dan mengamankan seluruh bukti digital kejahatan Tono demi menyelamatkan Naya serta menegakkan keadilan.