ar4liee
"Makasih, ya, Ejan udah mau jadi anak Mamah sama Papah." Kalimat sederhana itu selalu terngiang dia kepala Erzhan Aswara-sebuah pengingat bahwa hidupnya dipenuhi tangki cinta yang tak pernah habis. Dibesarkan dalam hangatnya kasih sayang Mamah dan Papah, Erzhan tumbuh menjadi sosok yang tulus dan selalu ingin membahagiakan orang lain. Tetapi, di balik cinta yang melimpah itu, ada batasan-batasan yang perlahan membuatnya bertanya: apakah hidupnya harus selalu dalam kekangan?
Bersama Lyra- sahabt kecil yang selalu mendampingi- Ezrhan belajar tentang keberanian, kebebasan, dan perasaan yang diam-diam tumbuh di antara mereka. Namun, saat ucapan Om mahen-pamannya-menyakiti Ezrhan, ia dihadapkan pada kegagalan, rasa sakit, dan kenyataan bahwa tidak semua hal yang ia perjuangkan akan berakhir seperti yang ia harapkan.
Di antara kegagalan, harapan, dan cinta yang tak selalu terucap, Ezrhan harus menemukan jalannya sendiri: menjadi anak yang bisa membanggakan Mamah dan Papah tanpa kehilangan diri sendiri.