PrinzzAmay
Setelah bertahun-tahun mengenal satu sama lain, Rizki dan Rosa kembali dipertemukan dalam kehidupan yang berbeda. Bukan lagi sebagai anak SMP yang hanya mengenal rasa suka, bukan pula sebagai dua orang yang dipisahkan oleh sekolah dan hubungan masing-masing.
Kini mereka menjadi mahasiswa.
Namun hubungan mereka tetap sama-dekat, tetapi tanpa nama.
Rosa datang kepada Rizki ketika hubungannya dengan Alfi mulai dipenuhi pertengkaran, kecemburuan, dan kekecewaan. Rizki menjadi tempat Rosa bercerita, tempat ia mencari ketenangan, bahkan tempat ia bersandar ketika dunia terasa terlalu berat. Mereka semakin dekat hingga orang-orang di sekitar mereka mulai bertanya-tanya: sebenarnya apa hubungan Rizki dan Rosa?
Mereka bukan pasangan.
Setidaknya, begitulah yang selalu mereka katakan.
Di tengah hubungan Rosa dan Alfi yang semakin rumit, Rizki, Rosa, Miftah, dan Citra kembali menjadi lingkaran pertemanan yang saling menguatkan. Rosa perlahan belajar bahwa seseorang yang dicintai tidak selalu harus dipertahankan, dan bahwa kehilangan bukan berarti kehidupan harus berhenti.
Hingga kelulusan SMA membawa mereka ke tempat yang sama.
Universitas yang sama.
Jurusan yang sama.
Dan akhirnya, organisasi yang sama.
Di sana, kedekatan Rizki dan Rosa kembali menjadi sesuatu yang sulit dijelaskan. Mereka selalu datang bersama, makan bersama, menyelesaikan masalah bersama, dan saling memahami tanpa banyak kata. Bahkan orang-orang di himpunan menganggap mereka sebagai pasangan yang belum mau mengakui hubungan mereka.
Padahal mereka hanya pernah berpacaran selama tiga hari.
Namun semakin dewasa, semakin mereka menyadari bahwa hubungan mereka tidak sesederhana masa lalu.
Rizki adalah tempat Rosa pulang ketika ia terluka.
Dan tanpa Rosa sadari, Rosa adalah nama yang tidak pernah benar-benar pergi dari kehidupan Rizki.
Tetapi tempat pulang pun bisa berubah.
Karena ketika seseorang datang hanya saat terluka, pertanyaannya bukan lagi "apakah dia menyayangimu?"
Melainkan-
"Apakah d