reanaclayfton
Teddy Ivander Wijaya adalah wajah disiplin yang dibentuk oleh negara. Sebagai perwira elite yang hidupnya selalu berada di bawah protokol, tekanan, dan tuntutan tanggung jawab, ia terbiasa menjaga jarak dengan dunia dan dengan dirinya sendiri.
Di sisi lain, Nadira Aluna Hadiningrat tumbuh menjadi sesuatu yang nyaris berlawanan dengannya: hangat, cerdas, penuh warna, dan sangat berbakat di dunia pastry. Di balik kitchen yang sibuk dan penuh detail, Dira membangun nama untuk dirinya sendiri lewat "Mémoire by Luna" dan "NADI", dua tempat yang menjadi cerminan rasa dan ketekunannya.
Mereka pernah sangat dekat di masa muda, lalu terpisah oleh waktu, negara, dan jalan hidup yang membawa mereka ke dunia masing-masing. Ketika takdir kembali mempertemukan mereka, dua kehidupan yang tampak bertolak belakang itu perlahan saling bersinggungan lagi.
Yang satu hidup di ruang rapat dan barisan seragam, yang satu lagi hidup di dapur, display cake, dan aroma buttercream. Namun semakin sering mereka berhadapan, semakin sulit bagi keduanya untuk mengabaikan kenyataan bahwa ada sesuatu yang jauh lebih lama, lebih akrab, dan lebih sulit dijelaskan di antara mereka.
Di antara seragam, buttercream, dan hidup yang terus bergerak, Teddy dan Dira menemukan sesuatu yang diam-diam selalu menunggu mereka untuk kembali.