PengendaraTua
Tahun 1998.
Harga naik, negara ribut, dan Jo... baru lulus kuliah dengan modal ijazah, map coklat, dan rambut poni yang nggak pernah rapi.
Di saat temen-temennya mulai nyerah sama hidup dan siap takeover usaha gorengan keluarga, Jo malah dapet lowongan kerja di Sudirman-tempat sakral para anak kantoran berdasi.
Niat awalnya cuma cari kerja.
Biar nggak jadi beban orang tua.
Biar bisa makan tanpa ngutang dulu di warteg.
Tapi hidup malah belok nggak jelas.
Dari jadi "tukang ketik" versi HRD tua, bodyguard lawan angsa, sampai terjebak rasa sama cewek HRD bernama Febri yang hobinya bikin jantung deg-degan tanpa sadar.
Ini bukan cerita cinta anak orang kaya.
Nggak ada mobil sport.
Nggak ada dinner mewah.
Yang ada:
✔ Warteg belakang gedung
✔ Bus kota penuh keringet
✔ Telepon rumah yang ditungguin tiap malem
✔ Tongkrongan kopi sachet
✔ Dan cinta yang tumbuh pelan-pelan... di tengah hidup yang lagi berantakan
Kadang lucu.
Kadang nyesek.
Kadang bikin pengen balik ke zaman pas semuanya masih sederhana.
Karena ternyata...
yang paling susah di tahun 1998 bukan cari kerja.
Tapi bilang "gue suka sama lo."