Tugasakhir Stories

Refine by tag:
tugasakhir
tugasakhir

3 Stories

  • Grandma's Diary by siholbb
    siholbb
    • WpView
      Reads 112
    • WpPart
      Parts 7
    Cerita ini sarat akan budaya Batak. Akan ada catatan kaki jika penulis menggunakan bahasa daerah. Novel ini menceritakan kisah perkuliahan yang penuh dengan tanggung jawab di kampus, PKM, keluarga, sahabat dan masa depan. Sudah ada 1/3 draft cerita di Laptop penulis. Penulis akan berusaha update paling tidak sekali tiga hari. Enjoy your reading!
  • Siluet Distorsi by Lunarsevi
    Lunarsevi
    • WpView
      Reads 235
    • WpPart
      Parts 12
    Aryla merupakan seorang reporter di bawah naungan kantor redaksi besar. Ia juga memiliki peran penting dalam setiap aktifitas seni, terutama tari klasik dan opera pantomim. Sejak beberapa bulan yang lalu, ia beberapa kali dipertemukan secara tidak sengaja dengan Radit, seorang eksekutif fotografer artistik budaya yang selalu hadir pada setiap pagelaran sendra seni klasik. Pekerjaan Aryla dan Radit yang saling bersinggungan, pada akhirnya membuat mereka berdua memiliki banyak waktu bersama. Selain berkontribusi dalam seni, mereka juga seringkali terlibat dalam proyek liputan bersama dalam dokumentasi kasus. Seiring berjalannya waktu, kedekatan semakin terjalin karena banyaknya momen yang mereka ciptakan. Di lain pihak, Gibran yang merupakan rekan karib Aryla diam-diam merasa terganggu dengan kehadiran Radit. Gibran bahkan telah banyak membantu pekerjaan jurnalis Aryla jauh sebelum kehadiran sosok Radit. Terlebih dalam lingkup investigasi dan evakuasi kasus lokal. Hingga akhirnya, tidak ada yang menyangka jika Radit rupanya telah berhasil membungkam rapat sebuah rahasia yang sejak lama menjadi incaran berita. Hal itu membuat mereka bertiga dihadapkan pada sebuah pilihan yang menempatkan mereka dalam kesulitan masing-masing.
  • NIGHT by Vinaummah3
    Vinaummah3
    • WpView
      Reads 10
    • WpPart
      Parts 2
    The dim rain on a cold night leaves water droplets on the branches and grass. A gentle breeze caressed the shady trees and the grass that swayed slowly. The black fog in the sky added to our dim night, blocking the moon's light. Contemplating myself looking at the nature shrouded by darkness, let this silence enveloped myself letting the cold sink into the marrow of the bones. I enjoy every flow of the wind that is not blowing so hard. The ticking of the clock broke the quiet of the night. I was getting deeper and deeper into silence, I could faintly hear someone's footsteps coming closer and closer to me. Until someone was standing right next to me. "Laila, why is it so cold outside?" who is that person with the question. "Greetings please...!" I replied curtly. "Oh yeah hehehe, sorry. Assalamualaikum." He said smugly. "Waalaikumsalam". Answer me. That person was Qamar, a handsome male figure who had a charming smile. The son of a prominent family, his parents used to live in my village with Qamar's uncle and aunt, but they moved to the city when Komar was 7 years old. While Qamar's uncle and aunt remained in this village, therefore they always came to visit his uncle and aunt and also visited me as his best friend from childhood.