cahayamalaamm
Tidak semua orang berani mengungkapkan isi hatinya.
Ada yang memilih diam, bukan karena tidak punya cerita, tapi karena takut dianggap berlebihan.
Di balik kalimat sederhana, "Jika sempat, aku ingin bercerita," tersimpan ribuan kata yang tak pernah benar-benar terucap.
Cerita ini berisi perjalanan seseorang yang terbiasa memendam. Ia belajar bahwa tidak semua waktu akan selalu "sempat", dan tidak semua orang benar-benar mau tinggal untuk mendengarkan. Namun, ketika akhirnya ada satu ruang, satu waktu, dan satu orang yang bersedia hadir...
Apakah semua cerita itu masih bisa disampaikan?
Sebuah kisah tentang makna sederhana dari "didengarkan"
Karena kadang, yang kita butuhkan bukan solusi, tapi ruang untuk didengar.