CaelestiaNight
Bagi klan bangsawan penyihir Hazenvelt, kesempurnaan adalah segalanya. Namun, Alluka Hazenvelt hanyalah sebuah simfoni sumbang di tengah kemegahan mereka. Di saat seluruh anggota keluarga mendewakan sihir penghancur, Alluka hanya memiliki biola tua dan nada-nada yang dianggap tak berharga.
Bagi sang ayah, Lucien Hazenvelt, Alluka tak lebih dari sekadar pajangan rusak yang memalukan nama besar klan. Sementara bagi sang kakak, Ciel, dia hanyalah bayang-bayang lemah yang harus terus disembunyikan dari mata dunia.
Lelah menjadi pecundang di istananya sendiri, Alluka memilih berhenti memohon cinta. Dia mengambil topeng baru: seorang Villainess yang angkuh, dingin, dan tak tersentuh oleh siapa pun.
Namun, ada sebuah rahasia yang ia simpan rapat di balik gaun mahalnya. Sebuah komposisi rahasia yang ia susun di tengah malam yang sunyi. Setiap nada tinggi yang ia gesek menuntut harga yang mahal-sebuah rasa sesak yang membakar, yang harus ia redam dalam diam agar tak ada yang mendengar.
Dunia mungkin mengenalnya sebagai putri sombong yang haus perhatian, tapi mereka tidak tahu bahwa Alluka sedang mempersiapkan pertunjukan terakhirnya. Sebuah pertunjukan yang akan membuat nama Hazenvelt abadi dalam warna merah.
"Biarkan darahku yang menulis nada terakhirnya. Karena saat simfoni ini berhenti, saat itulah aku akan benar-benar bebas."