Wentira Stories

Refine by tag:
wentira
wentira

1 Story

  • Langit Wentira : Merajut Cahaya di Negeri Emas by rezkifajriansyah
    rezkifajriansyah
    • WpView
      Reads 40
    • WpPart
      Parts 13
    "Dan di antara langit dan debu, ada gerbang yang tidak kasat mata." - Petikan dari Kitab Leluhur Wentira, halaman pertama, yang tidak pernah selesai dibaca oleh siapa pun. Seperti inilah kisah tentang Wentira. Bukan tentang kota yang bisa kau temukan di peta. Bukan tentang kerajaan yang namanya tercatat dalam sejarah. Wentira adalah tempat di antara - di antara helaan napas dan doa yang tak terkabul, di antara bintang jatuh dan tanah yang basah oleh embun. Ia tersembunyi di hutan Sulawesi, di antara Palu dan Parigi Moutong, di balik kabut yang tidak pernah menyingkap untuk mata sembarangan. Penduduknya tidak memiliki garis pemisah di tengah bibir atas. Mereka adalah keturunan dari Cahaya Ilahiah - yang mereka sebut Nur. Anugerah itu membuat mereka panjang umur, memiliki kemampuan yang tidak dimiliki manusia biasa, dan kulit mereka berkilau samar seperti debu emas di pagi hari. Tapi anugerah tidak pernah datang tanpa harga. Ada retakan di langit Wentira. Ada kegelapan yang mengintai dari balik gerbang. Dan ada dendam yang tidak pernah padam, yang diwariskan dari generasi ke generasi, menunggu waktu yang tepat untuk meledak. Tujuh ratus tahun lalu, terjadi Perebutan Nur. Dua keluarga besar - Langitana dan Langitara - saling bertarung untuk memperebutkan takhta dan hak memimpin Kota Wentira. Langitana menang. Langitara kalah, terusir dari pusat istana, dan diasingkan ke wilayah paling pinggiran Wentira, dekat dengan gerbang timur - tempat yang paling dekat dengan kegelapan. Sejak saat itu, dendam meracuni darah keluarga Langitara. Mereka berbisik di lorong-lorong gelap. Mereka menyusupkan pengikut ke istana. Mereka mengirim mata-mata dan meracuni pikiran para penjaga gerbang yang lemah iman. Dan pemimpin mereka yang sekarang, Pangeran Teja Langitara, telah menunggu selama ratusan tahun. Matanya merah - bukan karena Nur, tapi karena ritual terlarang yang dia lakukan untuk mendapatkan kekuatan Pengendali Bayangan. Dia bisa bersemb