Lluvia1428
Blurb
Naya tak menyangka dengan apa yang dilihatnya. Sosok itu berdiri, dengan senyum tipis yang masih sama. Tanpa banyak ekspresi dan kata, tetapi justru itulah yang membuatnya mampu merasakan rindu hingga bertahun lamanya.
"Bagaimana kabarmu, Nay?"
Naya tak mampu membalas. Suaranya tertahan. Setelahnya, hanya air mata yang menetes dan pelukan secara tiba-tiba pada dada bidang milik Bian.
Naya begitu merindukan pemuda itu. Namun, di sisi lain, Devandra berdiri mematung menyaksikan pemandangan haru di depannya. Hatinya porak-poranda.