aldeneverhart19
Bagi manusia biasa, waktu adalah aliran sungai yang deras-mereka selalu bergegas karena takut menua. Namun bagi Bai Xinyu, waktu adalah genangan air yang beku. Sebagai vampir era modern yang menyamar di sebuah SMA di China, tujuan hidup Xinyu sangat sederhana: jangan mencolok, minum darah sintetis kotakmu dengan tenang, dan bertahan hidup di bawah terik matahari yang membuatnya mengantuk.
Semua rencana itu hancur berantakan saat dia bertemu Zhu Yixin, sang ketua kelas yang ceria, tegas, dan... memiliki aroma tubuh semanis buah persik di puncak musim panas.
Aroma Yixin adalah ujian iman terbesar bagi Xinyu. Setiap kali bus sekolah mengerem mendadak, setiap kali mereka harus berbagi payung di bawah hujan kota Jiangnan, atau saat jemari mereka tidak sengaja bersentuhan di balik jubah Hanfu saat festival sekolah, Xinyu harus berjuang mati-matian menahan taringnya agar tidak lepas kendali.
Di sisi lain, Yixin hanya mengira teman sebangkunya yang pucat itu adalah gadis kikuk yang menggemaskan sekaligus misterius. Namun, ketika sebuah rahasia besar tak sengaja tersingkap di bawah temaram lampu jalan, Yixin tidak berlari ketakutan. Dia justru menarik kerah bajunya sendiri, mengekspos lehernya yang hangat, dan berbisik, "Jika itu bisa membuatmu tenang, gigit saja."
Mampukah Xinyu menahan insting liarnya ketika "makanan" paling manis di dunia justru dengan sukarela mendekat? Dan bagaimana Yixin menghadapi getaran aneh di dadanya setiap kali bibir dingin Xinyu menyentuh kulitnya?