The silence Heart,

The silence Heart,

  • WpView
    Leituras 191
  • WpVote
    Votos 10
  • WpPart
    Capítulos 19
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, mar 19, 2017
WpInfo
Poesia
Kesetiaan, keheningan, kesunyian, kebahagiaan, melebur menjadi satu. Berpadu dalam janji setia yang akan selalu ditepati. Sebuah penghargaan terhadap kehidupan yang penuh liku. Menabur kecerian cinta, cinta yang tak pernah padam, cinta yang memberi kehangatan. Cinta?? apa itu cinta?? darimana asalnya?? taukah kamu?? dari mata turun ke hati katanya
Todos os Direitos Reservados
#644
heart
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • [3] My Wife Stella
  • Barisan Penyesalan
  • Narasi patah hati
  • Yang Pernah Patah
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Lembut Seperti Doa
  • RUMPANG RAMPUNG
  • Lost In Love

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo