Luck
  • WpView
    Reads 2,097
  • WpVote
    Votes 409
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 24, 2020
Berantem setiap bertemu namun rindu saat tidak berjumpa. Sudah mengenal sejak kecil tapi bukan teman sepermainan. Begitulah kira-kira hubungan antara Nadya dan Gilang. Nadya si gadis lugu, ceria namun memiliki IQ pas-pasan. Dan Gilang sosok yang cuek, sombong, jenius, namun memiliki hobi mem-bully satu manusia bernama Nadya Aldira. Entah mengapa Gilang selalu mengganggu Nadya, bahkan mengejek Nadya sampai menangis. Tapi ternyata kisah Nadya dan Gilang tak hanya sebatas pertengkaran saja. Semuanya perlahan berubah, saat Nadya mulai menyadari perasaannya untuk Gilang. Rasa suka untuk pertama kalinya pada seorang lawan jenis yang biasa di sebut cinta pertama. Namun cinta pertama tidak selalu menjadi pacar pertama. Cinta pertama bisa saja jadi patah hati pertama. Cinta sepihak pertama. Persis kisah cinta novel cerita semu yang berawal benci jadi rindu begitulah awal kisah cinta pertama Nadya. Lalu bagaimana akhir kisah cinta pertama itu?
All Rights Reserved
#210
romancecomedy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ain't Your Daddy (COMPLETED)
  • Bertaut Rasa (Gratis)
  • My First Crush [End]
  • Midnight Love
  • Apa Itu Cinta ?
  • Pria Milik Mereka - END (GOOGLE PLAY)
  • Kita Di Antara Waktu

Pernikahan Jamila Istari (30) dan Nadiem Arif Prakoso (38) sudah tiga tahun kandas, huru-hara dipicu oleh ketidak puasan Ami yang merasa kurang segala-galanya. Di zaman ini, di ekonomi yang begini, dia harus bertahan dengan Nadiem yang luntang-lantung setelah bisnisnya gulung tikar? Yang benar saja! Ami itu high maintenance! Belum lagi dia juga ikut menanggung hutang ibunya. Plus, ibu dan kakak Nadiem yang pelit pula. Di bayangan Ami, terbebasnya ia dari Nadiem bisa membuat kehidupannya lebih baik. Kenapa tidak? Toh, Ami punya gelar, kompeten, supel, cantik, ada pula harta gono-gini yang harus Nadiem berikan untuknya. Sudah sangat amat cukup, Ami bisa bekerja lagi dan menikmati uangnya seorang diri. Tapi nyatanya, tidak. Tiada beda, justru lebih berat, lebih parah, lebih menjengkelkan. Ami pusing, mual, mumet, apalagi setiap kali putrinya, Kanaya yang masih berusia tujuh tahun itu merengek-rengek ingin bertemu si Papi. "Mami ayooooooo! Kita cari Papi, aku mau Papi, kangen Papi, mau ketemu Papiiiiii!" "Papi kamu udah punya anak baru." "Haaaa! Mamiiiiii!" Rasanya Ami ingin menjerit dan bergulung-gulung saja!

More details
WpActionLinkContent Guidelines