We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Comeback, please ...

Comeback, please ...

  • WpView
    Reads 430
  • WpVote
    Votes 78
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 6, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
MASIH DIREVISI Senandung lagu terdengar dari Zirla yang masih dengan asyiknya berjalan. Dia berhenti bernyanyi kala seseorang dengan mudah menghempaskan tubuhnya ke dinding pagar salah satu rumah di belakangnya. Tentu saja gadis itu tersentak. "Hei-," "Lo, nyatanya omongan gue waktu itu terbukti. Kembali kesini tanpa gue tau lo berubah total." Tampilan yang terkesan berantakan membuat Minda dinilai dari sisi tersebut dibanding bagaimana gadis kelas satu SMA ini berani menolong orang meski kadang dianggap ia sebagai tersangkanya, bukan saksi dan penolong korban. Sekarang, sudah setahun berlalu Minda harus menyudahi sosok ini karena dirinya lebih takut dengan sesuatu yang kini sudah mulai selalu hadir. Bukan adiknya yang baru ketemu setelah bertahun-tahun terpisah. Hanya laki-laki seusianya dimana ia secara tidak sadar memegang kendali penuh atas diri Zirla.
All Rights Reserved
#167
past
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • Vladexeoun : Sacred ✅ [COMPLETED]
  • UnPerfect Couple [End]√
  • Vyola ✓
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • Hidden
  • Stay With Me !
  • Just About Me and Him [COMPLETE]
  • Potato Girl (END) ✔

#1-wattpad (20 juli 2020) "Ezhar--lo mau gak jadi pacar gue." Menggunakan pengeras suara Sifa berbicara di tengah lapangan sekolah menghampiri Ezhar yang tengah bermain basket. "Lo gila?" Bisik Ezhar, tatapan nya sudah tajam pada Sifa. "Lo bukan tipe cowok yang bakalan mempermalukan cewek di depan semua orang kan?" "Iya, kecuali lo gue gak peduli semalu apapun lo." Tegas Ezhar sudah ingin bergerak ke pinggir lapangan. "Zhar." Lirih Sifa putus asa memegang lengan Ezhar. Ezhar menghela nafas, ia kalah saat melihat mata Sifa yang memohon padanya. "Gue terima." Dia berbicara menggunakan pengeras suara yang dipegang Sifa. Setelah itu Ezhar membawa Sifa ke pinggir lapang, dengan sorakan riuh semua siswa yang melihat kejadian tadi. Tidak peduli sekeras apapun perjuangan dan usahanya, dia masih sangat tak terbayang bahwa hidupnya begitu malang. Untuk melepaskan diri dari situasi buruk, dia sangat membutuhkan kesempatan besar dalam hidupnya. Ketika putus asa menghampiri, satu kata yang terbesit yaitu nekat. #Mencari jalan keluar dari semua kesulitan. #Desperate #terimakasih telah lahir di dunia ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines