Between Us

Between Us

  • WpView
    Reads 102
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sun, Feb 19, 2017
Hujan dan hot chocolate adalah kesukaan Nada. Kedua itu mempertemukannya dengan dengan pangeran kodok yang berubah menjadi kesatria berkuda putih yang menunggangi kudanya kemanapun ia pergi hingga ia pergi meninggalkan Nada ke belahan dunia lain. Namun nada tak menyesali itu semua, ia yakin jika pangeran kodoknya yang berubah menjadi kesatria berkuda putih itu adalah takdirnya ia akan kembali pada Nada dan hidup bahagia bersama Nada selamanya. "Aku yakin seberapa pun jauhnya kamu pergi meninggalkanku, hatimu pasti akan selalu untukku. Aku yakin suatu saat nanti kamu pasti akan kembali padaku dan melanjutkan kisah cinta kita." -Anada Putri #event1OW #OrangeWriters
All Rights Reserved
#4
event1ow
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • Na!
  • My Story With Them (OS)
  • 사랑해요, 코키씨 (ILoveYou Mr. Koki)
  • Love Forza (End)
  • ARIANA ( Lengkap )
  • DEAR MYSELF ACCEPTANCE [END] ✅️
  • "Algantara Delano Arlaska"
  • The Destiny (Claude De Alger Obelia x Reader)
  • MR.MINISTER, ANYEONG!

"Apa yang sanggup memisahkan dua hati yang saling mencinta? Katakan padaku, Cindy." Suara Rayven terdengar serak, seolah setiap katanya membawa luka yang tak bisa disembuhkan. Tatapan matanya merintih, memohon jawaban dari gadis yang berdiri di hadapannya-jawaban yang mungkin bisa menyelamatkan hatinya dari kehancuran. Cindy menatap tanah sejenak, bibirnya bergetar. Ia mengangkat wajahnya perlahan, menatap mata Rayven dengan pandangan yang dipenuhi air mata dan rasa sesal. Dengan suara yang lirih, sehalus angin yang menyesap di antara rinai hujan, ia menjawab: "Waktu, Rayven... dan tempat yang tak lagi sama." Air matanya jatuh, tanpa bisa dicegah, menyatu dengan tetes hujan yang membasahi dunia di sekitar mereka. Hujan turun seolah ikut menangis, mengiringi jiwa yang saling mencinta namun tak bisa bersama. Rayven menggeleng pelan, hatinya mencabik dari dalam. Ia meraih tangan Cindy, memohon dengan sisa harapan yang ia miliki, Namun Cindy menarik tangannya, perlahan tapi pasti, lalu melangkah mundur. "Kalau waktu memisahkan kita... maka aku akan menunggu selamanya!" Rayven berseru, suaranya nyaris patah. "Cindy, tolong... beri aku alasan! Kenapa kamu harus pergi? Kenapa bukan kita yang melawan dunia ini bersama?" Cindy tersenyum dalam tangisnya. "Karena tidak semua cinta ditakdirkan untuk dimenangkan, Rayven..." Kemudian ia berbalik, melangkah pergi, meninggalkan Rayven di tengah hujan yang kini terasa jauh lebih dingin dari sebelumnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines