"Ma ... Mama mau kemana?" tanya gadis itu sambil memeluk kaki seorang wanita dewasa yang Ia panggil mama.
Wanita yang sedang menggandeng seorang anak laki - laki itu melepaskan gandengannya dan menunduk untuk menyamakan tingginya dengan anak yang memeluk kakinya.
"Rara, Rara baik - baik di sini ya sama Papa. Mama sama Kak Ar pergi dulu ya ... " ucap wanita itu sambil mengusap pipi anaknya yang sudah penuh dengan air mata.
"Mama mau kemana? Rara ikut, Rara gak mau disini,"
"Sayang, Rara gak bisa ikut Mama. Tempat Rara di sini sayang, Mama pergi dulu ya." ucap wanita itu sambil mulai bangkit berdiri kemudian membalikkan badannya dengan anak laki - laki yang sudah ada di gandengannya lagi.
"Mama ... Mama ... jangan tinggalin Rara Ma ... Pa, lepasin Rara Pa, Rara mau kejar Mama." teriak Rara sambil meronta - ronta dalam pelukan laki-laki dewasa yang Ia panggil Papa.
Anak itu hanya bisa melihat bagaimana Mama dan kakaknya yang hanya diam mulai masuk ke dalam taksi yang kemudian melaju pergi dan hilang dari pandangannya.
Hanya cerita pasaran dari imajinasi penulis saja. Selamat membaca
Cerita ini merupakan sequel dari My Enemy Is My Husband, cerita yang aku tulis sebelumnya
Dan ini merupakan kelanjutan dari cerita tersebut yang menceritakan tentang perjalanan hidup anak-anak mereka
"Sini"ucap Alin setelah kembali ke kamarnya tadi sambil menepuk pahanya, Vansa pun hanya menurut
"Kenapa bisa berantem?"tanya Alin sambil mengobati luka Vansa
"Gak tau, tadi dia tuba-tiba nyerang gitu aja"jawab Vansa sambil menatap wajah serius Alin dari bawah
"Emang iya?"tanya Alin lagi
"Iya Angelina Salsa Fernando"jawab Vansa sambil mengubah posisinya menghadap ke perut Alin
"Masih sakit?"tanya Alin sambil mengelus pipi Vansa
"Masih! Kalo belum lo cium"ucap Vansa sambil menatap wajah Alin
"Sa ae modusnya lo bambank"cibir Alin sambil menekan luka pada pipi Vansa
"Sakit Alin!"ketus Vansa
"Eh maap lupa"jawab Alin cengengesan sambik mengusap pipi Vansa
"Masa diusap doang sih! Kan gue mintanya di cium"ucap
Cup
"Udahkan"ucap Alin setelah mencium pipi Vansa yang lebam tadi
"Emm jadi makin sayang"ucap Vansa sambil memeluk punggang Alin masih dengan posisi berbaring dipaha Alin
"Tidur gih"titah Alin
"Sama lo ya?"pinta Vansa dengan wajah memelas
Dari pada gantung mendingan langsung baca:)