Al-Kahfi Untukku?

Al-Kahfi Untukku?

  • WpView
    Membaca 50,325
  • WpVote
    Vote 2,705
  • WpPart
    Bab 27
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Feb 28, 2023
"Semoga suatu saat ada perempuan yang meminta mahar yang sama sepertiku, lanjutkan saja hapalanmu. Kalaupun nantinya bukan aku yang mendengarkan hapalanmu sebelum ijab qabul, percayalah aku ikhlas" Getir rasanya saat jariku mengetik kalimat itu di layar ponselku, aku tak dapat lagi menahan air mataku. Sesak, aku tak pernah membayangkan bagaimana hal ini bisa terjadi. Bagaimana segala yang sudah kita rencanakan berakhir sia-sia. Aku ingin sekali berteriak di hadapannya "aku hanya bercanda saat mengatakan aku ikhlas, aku bercanda. Aku tak benar-benar rela membiarkan gadis lain menerima khitbahnya yang seharusnya untukku! Bukankah kita sama-sama saling mencintai? Bukankah kita sama-sama ingin menua bersama, bukankah dulu kita punya rencana-rencana yang menyenangkan, kita akan berkuda bersama, bermalam di pantai, menanam banyak Mawar kesukaanku, membuat Taman bunga matahari di rumah kita nanti, ah aku tak bisa menyebutkan semuanya" Aku memeluk bantal, perih rasanya. Tapi ini salah ku yang terlalu percaya, ini salahku yang terlalu berharap, ini salahku yang melanggar batas. Allah benar-benar sedang menghukumku, aku memang tak seharusnya mencintai sebelum pernikahan, aku tak seharusnya mengatakan "aku juga mencintaimu" sebelum ada ikatan halal. Baiknya memang seperti ini, kita harus saling melupakan, ya seperti kataku tadi "percayalah aku ikhlas" . . Aya El-khumairah
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#552
firstlove
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Ingkar 🌿|| Ending
  • Pahala Surgaku✓
  • Lelaki Pilihan Ayah & Lekaki Yg Mengagumi Ku [END]✓✓
  • Astagfirullah, Husband! [RE-UPLOAD]
  • Imam untuk Gladysa✓
  • Penantian Terindah [COMPLETED]
  • ZAHRA
  • Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku
  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]

[COMPLETED] "Jadi lelaki itu yang akan dijodohkan ibu denganku? Tega sekali, Ibu," gerutuku. Aku semakin membulatkan tekadku untuk menolak ini. Tanpa kusadari, ibu melihat ke arah jendela kamarku dan melihatku kesal. Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu kamar diketuk. "Baby, buka pintu!" Pintanya tegas. Aku pun membukakan pintu. Lalu menelungkupkan badanku di atas kasur. Ibuku menarik kursi belajarku mendekat ke arahku dan memandangiku, lalu berkata pelan padaku. "Kau tahu sendiri kan kebiasaan di sini? Kau juga tahu asal usulmu? Kau paham betul, bagaimana ibumu ini bertahan? Semua karena ibumu ini sepakat dengan norma di sini. Mana mungkin kita bisa hidup cukup seperti ini kalau tidak mengikuti itu semua. Baby, kau tahu itu semua. Harusnya kaupun seperti ibumu ini, ikut arus itu." Melihatku tidak memandangnya, ibu terus mengatakan hal-hal yang sebenarnya kami berdua sama sama tahu. "Ibu menikah dengan bapakmu ketika seusiamu. Dengan itu, ibu bisa memiliki rumah ini dan seperangkat alat jahit. Ibu mampu membesarkanmu, menyekolahkanmu, memenuhi segala keinginanmu, dan tidak pernah menyusahkan orang lain. Kau memang tidak pernah bertemu bapakmu, tapi ibumu ini sudah bercerita tentangnya." "Kita hidup tanpa kekurangan. Bahkan bisa membantu sesama. Kita pun hidup bahagia. Mereka yang juga melakukan ini pun juga sama." "Menikah bukan sesuatu yang salah, Baby." Ibuku mengakhirinya dengan kalimat itu, lalu berdiri hendak keluar kamarku. "Tapi menjanda di usia muda bukan keinginanku, Bu." Balasku sebelum ibu keluar kamar. Ibuku berhenti sejenak, kemudian keluar dari kamarku. Happy reading~ Jangan lupa untuk: √ Vote √ Coment √ Kritik dan Saran Hargai author dengan vote, terimakasi💞

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan