TIRED
  • WpView
    Reads 428
  • WpVote
    Votes 97
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 13, 2017
"Akan ada saatnya yang disia-sia in bakal mundur" -Delano Adrian *** Seorang Bella yang memiliki sikap cuek dan dingin terhadap laki-laki, membuat seorang siswa baru disekolahnya yang bernama Lano penasaran akan sikap dingin yang dimiliki Bella. Lano selalu berusaha mencari cara agar bisa dekat dengan Bella, hingga saat mereka semakin dekat, Bella menceritakan kepada Lano mengapa sikapnya yang dingin selama ini. Lano berjanji kepada Bella akan membuat Bella percaya akan jatuh cinta lagi. Namun, suatu ketika Lano merasa lelah akan semua perjuangannya, perjuangannya yang tidak pernah dilihat oleh Bella, perjuangannya yang disia-sia kan oleh Bella. Lano mundur, ia tidak lagi memperjuangkan Bella. Disisi lain Bella memperjuangkan Lano ketika ia tahu bahwa setelah kelulusan sekolah Lano akan kuliah di Belanda, lalu bagaimana perjuangan Bella untuk mendapatkan Lano? Apakah mereka dapat bersatu ataukah mereka akan menjalani hidupnya sendiri berhari-hari, berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ex or New? [REVISI]
  • THREE GIRLS AND ALL STAR  [REVISI]
  • Sudah Terlambat ☑️
  • Can I Call You Mine?
  • A Fading Light
  • LOH MANTANN?!!
  • Bara [REVISI]

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

More details
WpActionLinkContent Guidelines