It's you.

It's you.

  • WpView
    Reads 182
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 10, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Tagslove
Selama enam tahun Nala mencintai Rafa, kakak senior sekaligus anak rekan kerja ayah dan bundanya. Tetapi Rafa hanya menganggapnya sebagai seorang adik. "Gue akan berjuang dan tetap bertahan buat mencintai elo sampai gue bener bener lelah. Gue tau kapan saatnya gue harus mundur dengan teratur. Tapi elo harus tau, gue sayang sama elo Kak Raf." -Nalaya Ginatha. "Elo adalah adik gue, gue hanya menyayangi elo sebagai seorang adik dan ngga lebih. Tapi gue gapernah melarang elo untuk jangan mencintai gue. Dan gue tau kapan saatnya elo akan mundur teratur. Skali lagi gue mau bilang kalau cinta ngga bisa dipaksakan." -Rafa Pratana.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • OUR FAMILY [SJY&KMJ]
  • Anak Magang, Hati Senior [END]
  • Kekasih Impian
  • Menaklukkan Hati Pria Dingin
  • Jingga di Langit Biru
  • ALRIN
  • My Candle Light
  • Badboy Is My Husband
  • Garis yang Menyatu

Menceritakan tentang satu keluarga yang begitu harmonis. "Lala tidak suka suara berisik Wira, menganggu." ucap seorang gadis kecil yang masih berusia tujuh tahun, Nada bicara nya biasa saja tetapi menusuk "Wira kan tidak bisu, Kalau Lala tidak suka keributan ya pergi saja sana!" jawab seorang anak laki-laki yang seusia dengan Lala. mereka kembar, tentu saja. "Berantem terus sih, Lala jangan begitu ya. Wira juga, saling maaf-maafan dulu" ucap ibunda- Sabila lula- mencoba menengahi pertengahan kedua bocah di hadapannya. tetapi Lala malah menaruh kedua tangan nya di depan dada dengan bibir maju beberapa centi "Kalau gamau maaf-maafan, Ayah engga mau beliin alat-alat lukis dan mainan buat kalian lagi." Ucap ayahanda- Jack Bert Wijaya- terdengar serius. Si kembar lantas saling pandang, dan yang pertama mengulurkan tangan adalah Wira. karena bocah itu takut sekali jika tidak di belikan mainan, menurutnya mainan itu separuh hidup nya. "Nah, begitu kan enak dilihat" Sabila dan Jack kompak tersenyum melihat kedua anak nya kembali akrab dan suasana terasa hangat. ⚠️LANJUTAN CERITA 'JATUH CINTA' ⚠️ Usahain baca cerita 'Jatuh Cinta' lebih dulu ya, tapi kalau engga mau juga ga masalah karena di cerita ini komplit. Tapi usahain yaa.. itung-itung bantu ramein cerita itu, hehe

More details
WpActionLinkContent Guidelines