Senja ditaman Kelabu

Senja ditaman Kelabu

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 20, 2017
Ya... Inilah sebuah alur kehidupan,bersama lika-liku pedih, perih juga bahagianya.Dimana ada percik api kebahagiaan, disitu pula ada genangan air mata kesedihan, duka dan lara.Dimana ada indah dan sejuknya mata air mengalir, disitu pula ada batu-batu yang keras dan tak mudah dipatahkan,disekelilingnya.Dan dimana setiap kali ada pertemuan pasti ada pula perpisahan. Perpisahan bukanlah duka, meskipun akhirnya harus menyisahkan duka. Ini saatnya aku berpisah dari sebuah kebahagiaan dunia yang fana, saatnya untuk melepas keindahan dan kenangan. Aku harus ikhlas. Ini sudah digariskan. Bukan aku ataupun perampok itu yang salah, akan tetapi ini adalah takdirnya yang sudah telukis dalam catatan di surga. Bahwa ia harus pergi hari ini dan detik ini juga bukan esok atau lusa. Aku ingin mengikhlaskan segalanya, karena inilah takdir tuhan yang tak terbantahkan, tak dapat lawan dan tak dapat ditunda juga tak tahu kapan datangnya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HARASTHA [ Seni Merawat Luka ]
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • Be Present and Stay
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • My Precious Husband
  • Mazoya Ananta
  • Full Of Scratches
  • MY LOVE STORY
  • Dalam Diamku Mengikhlaskanmu [ Sudah Terbit ]
  • Air Mata Cinta

SPIN OFF RINTIK SENDU Luka ada karena kita yang dengan sadar menciptakannya, kecewa ada karena kita juga yang dengan sadar memupuknya. Jangan pernah menyalahkan Tuhan dengan dalih 'keadilan' karena kitalah yang terlalu banyak berangan. Seolah mengkambinghitamkan takdir, meraung tak terima dengan apa yang ada di depan mata, seakan dunia telah hancur dan runtuh seketika. Bangunlah! Jangan terlalu mendramatisir. Namanya hidup memang harus berkawan dengan 'perjuangan'. Tidak ada luka yang sembuh secara tiba-tiba, maka rawatlah! Merawat luka tidak ada salahnya jika memang bahagia menjadi tujuannya. Jangan pernah abai atau meremehkan, karena luka yang besar dan dalam berawal dari luka kecil yang dibiarkan tanpa pernah mendapat penanganan. -Harastha Razqya-

More details
WpActionLinkContent Guidelines