Senja ditaman Kelabu

Senja ditaman Kelabu

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 20, 2017
WpInfo
Non-Fiction
Ya... Inilah sebuah alur kehidupan,bersama lika-liku pedih, perih juga bahagianya.Dimana ada percik api kebahagiaan, disitu pula ada genangan air mata kesedihan, duka dan lara.Dimana ada indah dan sejuknya mata air mengalir, disitu pula ada batu-batu yang keras dan tak mudah dipatahkan,disekelilingnya.Dan dimana setiap kali ada pertemuan pasti ada pula perpisahan. Perpisahan bukanlah duka, meskipun akhirnya harus menyisahkan duka. Ini saatnya aku berpisah dari sebuah kebahagiaan dunia yang fana, saatnya untuk melepas keindahan dan kenangan. Aku harus ikhlas. Ini sudah digariskan. Bukan aku ataupun perampok itu yang salah, akan tetapi ini adalah takdirnya yang sudah telukis dalam catatan di surga. Bahwa ia harus pergi hari ini dan detik ini juga bukan esok atau lusa. Aku ingin mengikhlaskan segalanya, karena inilah takdir tuhan yang tak terbantahkan, tak dapat lawan dan tak dapat ditunda juga tak tahu kapan datangnya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}
  • Change The Plot (Niel) ✓
  • REGAN's Crazy Wife
  • BACKSTREET
  • Chana's Transmigrasi
  • Drama di Pintu Kosan
  • Mission

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines