I feel my soul

I feel my soul

  • WpView
    Reads 202
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Mar 29, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Ada beberapa cerita yg akan di private !! Krna mengandung unsr dewasa . Yg dibawah umur jngan baca yaa ! Follow aku dlu sebelum membaca cerita ku ini .. Thanks Kisah ini berawal dr sebuah pertemuan yg menyebalkan.. Dan disitu juga adelia bekarja diprusahaannya milik laki2 dingin itu.. itulah hari kesialan untuk adel bertemu dngan lalaki2 yg menyebalkan.. Segaligus atasanya.. Tapi suatu saat adel menyadari ada yg janggal dngan bosanya . Ia mencoba menyelidiki sesuatu yg janggal itu.. . ia menyadari ia juga terjebak dlm perasaan yg bodoh . Yaa jatuh hati.. Kadang dia dingin cuek perhatian dan kadang terlihat lemah . Well.. aku bkn ahli dlm menulis.. Jd harap maklum.. *novel dewasa.. Dibawah umur jngan baca yaaa.. Semoga kalin suka :*
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FANÀTICO | MANURIOS (RE-PUBLISH)
  • What You Know? (Tamat)
  • You're Mine (END)
  • He Was My First Love
  • Angel
  • HEALING // JEON JUNGKOOK (NC)
  • Loving You
  • Stay (Away)
  • Duda Dingin Suamiku | Fiki Un1ty | End

[RE-PUBLISH] Axel dan Vanilla adalah dua jiwa yang terjebak dalam dinamika cinta yang rumit. Hubungan mereka lahir di tengah ketidakpastian, terus-menerus diuji oleh penghakiman orang lain dan rasa bersalah yang mengintai di setiap sudut. Ini adalah kisah tentang memilih: mengikuti insting hati atau bertahan demi sebuah reputasi. Axel, dengan pesonanya yang tak terbantahkan, selalu memiliki cara untuk menarik Vanilla mendekat-menawarkan janji akan kesenangan dan kebahagiaan yang bisa mereka rengkuh bersama. Di sisi lain, Vanilla berdiri di atas prinsipnya. Ia berusaha mati-matian mempertahankan martabatnya, meski jauh di lubuk hati, pertahanannya perlahan runtuh oleh setiap perhatian kecil yang Axel berikan. Setiap pertemuan adalah tarik-menarik yang berbahaya. Setiap percakapan adalah dilema. "Kita punya kesempatan," kata Axel sambil menekan tubuhnya lebih dekat, membuat jantung Vanilla berdebar semakin tak terkendali. "Kesempatan apa yang Kak Axel maksud?" tanyanya kebingungan, dengan nada yang sedikit bergetar. Axel semakin menunduk. Tangannya bergerak menyelipkan helai rambut Vanilla ke belakang telinga. "A chance to start a relationship," jawabnya dengan suara rendah, menahan tangan Vanilla yang berusaha menyingkir dari sentuhannya. "I know you feel the same way, Vanilla." Vanilla terpaku, tubuhnya mendingin sekaligus memanas. Ia sadar, begitu ia mengiyakan, hidupnya tak akan pernah sama lagi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines