Benarkah takdir itu seperti ranting yang bercabang? Jika benar, kami ingin pilihan yang membawa kami menuju tempat yang tepat.
Dilara dan Ariyo terjebak dalam situasi yang membuat mereka harus memperjuangkan mimpi mereka bersama dalam kenyataan yang sedemikian buruk. Konflik keluarga, dilema masa lalu dan pengaruh traumatik membuat perjuangan mereka terasa berat. Dilara selalu mendefinisikan Ariyo sebagai secercah cahaya saat kehidupannya terasa kelam. Hingga akhirnya ia harus berusaha menggantikan peran Ariyo saat dunia Ariyo lebih kelam dari hidupnya...
Apakah takdir memang sekejam ini? Tak pernah mengizinkan kita untuk bersatu kembali. Bersamamu memang sesakit itu, tapi mengapa tanpamu malah semakin parah?
Akankah kisah kita terus menerus asing seperti ini? Apakah benar kita saling mengasingkan diri?