My Idol

My Idol

  • WpView
    Reads 1,096
  • WpVote
    Votes 73
  • WpPart
    Parts 55
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 14, 2017
Bertemu dengan seseorang yang menjadi idola itu sungguh menyenangkan. Terlebih jika orang itu adalah artis ternama yang sangat diidolakan banyak orang. Hmm.. Tapi tidak demikian yang terjadi padaku. Aku lebih bahagia jika bertemu dengan idolaku, dia. Dia, yang walaupun bukan artis, bukan model atau apapun itu. Dia juga bukan orang yang terkenal di dunia ini. Dia hanya seseorang yang selalu membuatku terpana, dan tergila-gila. Dia idolaku. Aku sangat suka padanya. Aku lebih seperti orang yang bodoh saat didekatnya. Senyumnya saja membuatku mabuk, suaranya membuatku ingin menjerit, dan perhatiannya padaku membuatku selalu gila. Okay fixs, ini over lebay, tapi itulah dia. My Idol.
All Rights Reserved
#66
smk
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • How to Burn the Bad Boy (END)
  • Forbidden Love
  • BarraKilla
  • Keano
  • My Life is My Secret - IMiaw
  • Arsyilazka
  • Disappointment
  • LOVE OF THE PAST

"Arjun terus yang dipilih. Kapan lo milih gue?" tanya Ragas dengan kesak sambil menatap Ralin. "Kalo Arjun ajak lo ke kantin lagi, apa lo bakal nolak?" "Oh ya nggak mungkin gue tolak dong. Arjun ngajak gue ke kantin? Berduaan? Makan bakso? Dan gue dengan bodohnya nolak itu?" Ralin tersenyum remeh kepada Ragas. "TAPI GUE JUGA MAU." Ragas membalas ngotot. "GUE YANG NGGAK MAU!" "Lo nyadar nggak sih kalo gue cemburu?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines