Tepatnya Malam Minggu

Tepatnya Malam Minggu

  • WpView
    Reads 125
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 26, 2017
Tepatnya tahun dua ribu sebelas lalu, ketika pelantun tembang Tepatnya Malam Minggu rilis, saya menulis novel ini, belum sempat diedit dan masih mentah seadanya, dan masih belajar menulis novel roman, pikirku daripada membuang dan melupakannya, maka saya putuskan untuk menyebarnya agar pembaca bersedia memberikan penilaian agar suatu saat novel ini menjadi karya utuh dan lembut untuk dibaca. Tepatnya Malam Minggu kau putuskan aku Tuk menjadi kekasihmu Tepatnya Malam Minggu kau tinggalkan aku Kau bawaku dalam kehancuran - Terry Kala sebuah lagu dapat mewakili perasaan Fika yang tengah dilanda kepedihan hatinya, disaat Hadi kekasih yang dicintainya memutuskan hubungan di Tepatnya Malam Minggu, semudah itukah ia melupakan kisah cintanya demi cinta yang baru, serta meninggalkan kesan mendalam bersama Fika di dua kota indah BALI dan BATAM. Harmoni cinta antara Fika dan Hadi, kisah yang sederhana, namun prinsip hidup mereka yang berbeda harus merelakan kandasnya suatu hubungan. Dapatkah Hadi mengenang kisah cintanya itu? Dan dapatkah pula Fika merenggut cintanya kembali?
All Rights Reserved
#4
romanindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sabintang Alaska
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • the boy is mine (completed)
  • Aslan, Are you my last love?
  • GENTAWA✓
  • MAHENDRA
  • one more night
  • KASIH untuk BAYU
  • Him and I (completed)

Seperti yang ada dalam judul. Sabintang Alaska, siswa baru pindahan dari luar kota yang tak sengaja terjerumus dalam love at first sight. Namun bagi Fizza, bertemu dengan Bintang justru membawa musibah untuk nya. Bagaimana bisa? Yaa, siapa sangka Bintang membuat Fizza putus dengan kekasihnya hanya karena Bintang membuatnya teringat dengan labirin masa lalu yang sempat terpendam dan sulit di lupakan. Seiring berjalannya waktu, Bintang yang saat ini selalu bersama Fizza bukanlah lelaki yang selama ini ia nantikan. Semua terkuak secara perlahan. Semesta memang kerap kali suka bercanda. Lelaki itu justru menyeretnya menuju luka yang lebih dalam. Hingga pada suatu titik akhir dari kedekatan mereka, hanyalah mereka yang tahu. Mungkinkah mereka memiliki akhir yang bahagia? Atau justru sebaliknya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines