the power of imagination

the power of imagination

  • WpView
    Reads 99
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 5, 2017
ada seorang anak yang bernama Reza hardika dia anak yg hidup di keluarga miskin tapi dia berasil sekolah di sekolah terkenal karna beasiswa karna kepintarannya pada saat smp, sekarang dia menginjakan kaki di bangku kelas 2 SMA, dan dia memiliki kekuatan yg berbeda dari manusia super lainnya. kekuatannya adalah imajinasi (dia dapat mengimajinasikan dirinya sedang bertarung dan dia berhasil meniru imajinasinya) bahkan dia bukan orang yang mahir olahraga! :,v jika penasaran di baca ok! :v
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My First Love [END]
  • REZZA
  • cinta sang ilahi( Completed)
  • diriku akhirnya ke isekai, apa yg ku ingin kan akhirnya terwujud!
  • bola basket dan buku
  • Alisya
  • DEAR SHEILA
  • RADEN AYU
  • Ketika Cinta Berbicara
  • Dunia di Mana Aku Mendapatkan Kekuatan Cahaya

WARNING 21+!!! Banyak adegan dewasanya, yang merasa belum cukup umur diharap mengundurkan diri ya... ##### Mavia Renata, seorang siswi cantik kelas 2 SMA yang nampak anggun dan lembut namun sebenarnya ia adalah gadis yang tomboi. Dia sedikit kurang pandai dalam bidang akademik, namun berbeda dengan bidang non-akademik nya yang luar biasa. Dia punya segudang prestasi dalam bidang olahraga, seni serta kepemimpinan. "Hei..Boleh nggak gue minta jawaban soal lo?" ucapku sambil menyenggol sikunya. Ku buang jauh2 gengsi ku entah kemana, ku bulatkan tekat ku untuk bertanya padanya. Ya dia adalah Marvel Abimana, Cowok blasteran Indo-Korea yang cukup ganteng namun paling rese di kelasku yang kebetulan banget kali ini duduk sebangku dengan ku. "Boleh," jawabnya singkat. "Beneran??" tanya ku curiga. "Boleh,tapi nggak gratis!" imbuhnya sembari menoleh kearahku dengan senyum liciknya. "Lo mau imbalan apaan?" tanyaku penasaran. "Satu jawaban dibayar dengan satu ciuman," bisiknya pelan tepat di telinga kananku. Seketika itu juga membuatku bergidik ngeri. "What????" ucapku kaget. Terlihat dia sedang tersenyum puas. "Sial!!! apa yg harus aku lakukan??" ucapku dalam hati. Mau tau kelanjutannya?? Yuk lanjut baca..

More details
WpActionLinkContent Guidelines