Singgasana Hati

Singgasana Hati

  • WpView
    Reads 414
  • WpVote
    Votes 77
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadComplete Wed, Apr 15, 2020
Kamu pergi meninggalkan istana ini Tanpa pamit terlebih dahulu denganku, meinggalkan singgasana yang kau rusak. Aku akan terus bertahan disini dengan luka yang kau buat, berharap kamu akan pulang ke istanaku. "Gue bakalan nunggu lo, karena gue tau lo bakalan pulang ga..". Tapi, apakah kamu bakalan pulang? Entahlah, aku hanya terus berharap, berharap, Dan berharap. Berharap semua yang kuharapkan benar - benar terjadi.
All Rights Reserved
#543
masasma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misunderstand
  • Ilusi
  • Yesterday Lies
  • Kepingan yang Hilang
  • Friendzone (COMPLETED)
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Lost Hope
  • In 5 Minutes
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • RANNA

Aku mencintainya, tetapi karena sesuatu aku pergi meninggalkannya jauh dari hidupnya. Karena kepergianku yang tiba-tiba, aku menyesal mengapa tak ku dengarkan dulu penjelasannya. Mengapa tak ku tanyakan dulu apa maksudnya. Entahlah ini kesalah pahaman yang fatal menurutku. Aku bersembunyi selama lima tahun darinya, guna menyembuhkan hatiku yang terluka dan kecewa. Mungkin sekarang ia sudah bahagia bersama kekasihnya yang baru, entahlah. -Carissa Sabiyya Dalisha *** To: Carissa Sabiyya Dalisha Teruntuk kamu, orang yang masih selalu menghantui tidurku. Kemana kamu pergi, Ca? Aku merindukanmu disini. Apa kesalahanku hingga kamu meninggalkanku seperti ini? Bahkan saat aku kerumahmu tak kutemukan siapapun disana. Tolong kembalilah, aku ingin kamu menjadi jodohku, Ca. Bukan bermaksud mendahului takdir Tuhan. Aku hanya mengusahakan kita kembali seperti dulu. Aku terlalu mencintaimu, hingga saat kamu pergi hatiku tak mampu mencintai siapa pun lagi. Ketahuilah bahwa sampai kapan pun kamu itu tetaplah kekasihku. Entah kapan kamu akan membaca dan membalas pesanku ini, tetapi satu yang harus kamu tahu bahwa aku akan tetap menunggu walau harus sepuluh tahun lagi ataupun seribu tahun lagi. Ku tetap menunggumu, Carissa. From: Fikhar Daneer Allam Copyright©2020 By Intan Wahyu Andini

More details
WpActionLinkContent Guidelines