Story cover for Waktu  by BulenAre
Waktu
  • WpView
    LECTURAS 136
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 6
  • WpView
    LECTURAS 136
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 6
Continúa, Has publicado feb 20, 2017
Sell, seorang pemuda yang tahu masa depan lewat mimpinya sedang dikejar kematian. Demi mematahkan mimpi yang selalu jadi nyata itu, dia berusaha mencari keberadaan puncak gunung negeri tak terlihat, lantas memusnahkan ratu adil, si pencipta ilusi, penyambung alam nyata dengan alam khayal. Untuk sampai ke tempat itu, Sell menyusuri hutan dan berbagai tempat bersama Art, anak yang ada dalam mimpinya. Tak sedikit rintangan yang menghadang, terutama tentang rasa.

Tiga hari tiga malam perjalanan tak ada henti menuju tempat ratu adil. Sell bermimpi kematiannya. Sell tak takut mati, dia tak takut pada apa pun, dia hanya takut pada apa yang akan terjadi di masa depan, seperti apa yang ada dalam mimpinya.

"Tidak ada yang lebih sengsara dari kenyataan, kecuali kau tahu dengan persis kenyataan itu, tapi kau tak bisa mengubahnya," ucap Sell pada Art.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Waktu a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#511waktu
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
[END] Where Should Dreams Rest?  cover
ᴅᴇ ʟᴜᴄᴇ ᴇɴᴛʀᴇʟʟᴀ ✓ cover
San u Senci Vampira : Mimpi dalam bayangan vampire cover
HASRAT BIDADARI - Pendekar Dibalik Layar 3 cover
ENDLESS BATTLE Legend Of Black Angel cover
Magia Academy [END] cover
Zolta The Beast Hunter cover
The Miracle Of Crystals cover
SELENOPHILE : RED MOONBOUND cover

[END] Where Should Dreams Rest?

45 partes Concluida

[Fantasy, Mystery & Friendship] Di kota penyihir yang megah, sebuah ramalan kuno menyebutkan bahwa 'Bulan Akan Segera Jatuh', menandakan datangnya bencana besar. Kala, seorang penyihir kecil dari hutan, berangkat ke ibukota untuk mendaftar ke akademi sihir demi memenuhi amanat ibunya tanpa mengetahui ramalan yang mengintai kaum penyihir. Dalam masyarakat yang mengagungkan bangsawan dan meremehkan rakyat jelata, Kala merasa terasingkan. Tapi ketika ramalan mulai mempengaruhi hidup dan ancaman bencana semakin mendekat, strata itu tidak lagi berlaku. Kala dihadapkan pada pengorbanan besar untuk mematahkan nasib yang telah ditentukan. Jika tidak ada jalan keluar, di manakah mimpi-mimpinya akan beristirahat?