From Revan

From Revan

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 25, 2017
Berawal menjadi murid baru yang dikarenakan ayahnya pindah kerja, yang mengharuskan reva pindah sekolah. Di sekolahan itu dia menemukan 3 sahabat yang baik, Tapi disana juga dia bertemu dengan sosok lelaki yang tampan, nakal, sering bolos Dan dia sering bertengkar. Jadi reva pun merasa takut, tapi apakah kelanjutanya
All Rights Reserved
#129
devi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I'm Into You, Lily ✓
  • Express Love
  • Pemilik Hati Ketos Dingin (Tamat)
  • Hidden
  • "Algantara Delano Arlaska"
  • ADIVA
  • A Scratch For Sanguinis [Orine]
  • serpihan hati
  • Eramnesia

Folder 1. Aku Padamu kak Erza Folder 2. Aku Padamu Lily Kalau aku disuruh menggambarkan sosok Erza Regawangsa, aku akan jawab, tahu perosotan waterboom? Nah, itu hidungnya. Tahu semut rang-rang? Nah itu alisnya. Tahu triplek? Itu mukanya. Tahu beruang kutub? Mereka teman akrab, sama-sama dingin. Tahu pangeran berkuda putih? Ini, nih yang aku males bilang, mereka emang beneran mirip gantengnya. Kalau kalian pikir aku bakalan klepek-klepek hanya dengan sekali kibasan rambutnya, atau langsung meleleh cuma melihat mata jelaganya yang tajam, kalian salah besar. Aku bukan bagian dari sekumpulan cewek-cewek pengagum sosok Erza. Aku sebagian kecil, atau cuma aku satu-satunya cewek di SMA Saga yang memendan dendam kesumat sampai ke ubun-ubun. Kalian pengin tahu kenapa sebegitu bencinya aku sama dia? Mendekat sini, aku bisikin alasannya. Sahabatku, Vina saja tahu semua. Aku gak akan biarin kalian terserang demam tinggi hanya gara-gara memendam penasaran akut. "Pada suatu hari yang cerah, cerita ini dimulai ketika ...." "Lily!" Bahaya! Aku harus segera melarikan diri. Maaf, mungkin belum saatnya aku memberitahukannya sekarang. Ini masalah kelangsungan hidup dan matiku, tergolong sangat darurat dan sedang aku pertaruhkan. Aku janji akan menceritakannya sampai benar-benar tamat jika kalian mengikuti perjalanan paling mengenaskan selama aku jadi peserta didik baru di SMA ini. Bye-bye! "Lily berhenti sekarang juga! Di saat kaki-kakiku berlari menelusuri koridor, kepala dengan komando sendirinya memutar ke belakang hanya untuk memastikan entitas si muka triplek dan wajahnya semerah pantat babon. Lampu merah! Peringatan keras! Dia benar-benar sangat marah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines