Me or Her?

Me or Her?

  • WpView
    LECTURAS 668
  • WpVote
    Votos 63
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, may 4, 2017
Saya lebih suka jika dia tidak tau. Dan 'Diam' itu hal yang terbaik untuk dilakukan dalam situasi seperti ini. Walaupun saya hanya sekedar penonton dan pendengar setia 'mereka'. Setidaknya setiap cerita mempunyai akhir bukan? Termasuk cerita 'mereka'. Jadi biarkan cerita 'mereka' berakhir dengan sendirinya. Dan saya akan menyaksikan akhir cerita mereka. Tapi,apakah akhir cerita 'mereka' indah atau sebaliknya. Tapi saya akan menerima apapun akhir cerita mereka.
Todos los derechos reservados
#80
or
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Kita Sembuh Bareng?
  • "Cintaku Dalam Kebohongan"
  • Rasa Tanpa Kata
  • WITHOUT ME [ON GOING]
  • Payback's Sweet
  • The Heiress Trap (END)
  • Sekali Lagi (End)
  • Melepas Cinta

Jilan Agatha. Sifatnya susah diatur dan tak mau diatur, berbanding terbalik dengan kembarannya. Jilan panggilannya, kelakuannya jauh dari kategori 'baik.' Pulang malam sudah menjadi rutinitas rutin dalam hidupnya. Mempunyai saudari kembar yang tak selurus membuat Jilan mati rasa! Jinan Agatha, itu adalah kembarannya. Jilan menolak keras untuk mempunyai baju couple bersama Jinan. Bagaimana tidak, baju yang mereka gunakan sedari kecil sama semua yang membedakan hanya warna dari baju tersebut. Ralat, bukan hanya baju saja, tetapi semua barang-barang yang melekat di tubuh mereka selalu sama. Axel Marchelino. Cowok itu berhasil membuat Jilan dan Jinan berada pada fase cinta segitiga. Mencintai cowok yang sama adalah bagian awal dari kisah cinta remaja mereka. Dimulai dari rasa cinta hingga pengorbanan yang tak terhitung mengalir begitu saja. Merelakan rasa sakit demi melihat orang yang di cintai bahagia. Apalagi Jinan yang belum pernah merasakan cinta masa remaja. Seperti air, semuanya mengalir begitu saja. Pengorbanan, rasa sakit, sayang dan kebahagian telah dilalui. Hingga akhirnya salah satu mengalah demi kebahagiaan yang sang kembaran. -Ketika aku mencintaimu dengan tulus, namun dia mengatakan lebih mencintaimu dari apapun. Aku ikhlaskan, untukmu, aku rela- SELAMAT MEMBACA❤ **** WARNING: BANYAK KATA-KATA KASAR DALAM CERITA! #3 in teenfiction #6 in fiksiremaja

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido