falling in love with you

falling in love with you

  • WpView
    LECTURES 1,330
  • WpVote
    Votes 300
  • WpPart
    Chapitres 11
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., janv. 18, 2018
Aku hanya bisa menunduk sambil meremas ujung baju ku, tanpa berani menatap mata nya.. Sampai akhirnya aku berbicara sedikit bergetar.. "Aku minta maaf ka, maaf udah gak jujur sama kaka.. Tapi aku ngelakuin ini supaya kaka gak khawatir sama aku,gak ada niat lain ka" ucap ku tanpa menatap wajah nya.. Tanpa terasa mata ku memanas,aku mohon jangan seperti ini.. Dia menghela nafas kasar lalu mengusap muka nya frustasi.. "Kaka kaya gini karna kaka sayang sama kamu,kenapa mesti bohong si ra?" Aku mengigit bibir ku agar tidak terisak.. "Tapi pada akhirnya aku jujur kan sama kaka?, aku cuma gamau kaka nekat trus nanti nya malah kaka yang capek apalagi sampe sakit.. Aku gamau ka" ucap ku sambil terisak pelan, dan aku menghirup nafas lalu melanjut kan nya.. "Aku sayang sama kaka" dan kini tangis ku pun pecah.. Dia langsung menarik ku kedalam pelukan nya,dia mempererat pelukan nya sambil menggelus rambut ku pelan.. "Ssstt jangan nangis" ujar nya sambil mengecup pucuk kepala ku dengan lembut. "Dengerin kaka, kamu jangan pernah ngulangin ini lagi.. Jangan pernah berfikir kalo kaka bakal kenapa napa, kaka akan berusaha untuk gak sakit buat ngejaga kamu terus, kamu gak usah khawatir sama kaka.. Kaka ini laki laki bisa jaga diri,sedangkan kamu perempuan.. Maka dari itu kaka bakal ngejaga kamu, jadi kaka mohon jangan pernah ada yang di tutup tutupi lagi. Kamu ngerti kan?" Dan kini iya melepaskan pelukan nya perlahan lalu menarik dagu ku, yang kulihat senyum manis yang terukir di bibir nya.. Aku hanya mengangguk pelan sambil menghapus air mata yang terus mengalir, dan dia memegang tangan ku lalu mengelap nya dengan ibu jarinya.. Aku hanya memejam kan mata dan tak lama aku merasakan ada kecupan singkat di kedua mata ku.. "Makasih ka, aku sayang kaka" ucap ku sambil tersenyum.. Dan dia pun menarik ku kedalam pelukan nya lagi..
Tous Droits Réservés
#60
jealousy
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • I'm Into You, Lily ✓
  • Stay (Away)
  • Puisi Kegagalan
  • 𝐇𝐄𝐊𝐒𝐀𝐕𝐈𝐀𝐍
  • Arsyilazka
  • Allya Theo Perjodohan? [On Going♡]
  • Cuddling Myself
  • AL AL GANG [Complicated]
  • G.H.E.A ✔[END]
  • Night Has Change~

Folder 1. Aku Padamu kak Erza Folder 2. Aku Padamu Lily Kalau aku disuruh menggambarkan sosok Erza Regawangsa, aku akan jawab, tahu perosotan waterboom? Nah, itu hidungnya. Tahu semut rang-rang? Nah itu alisnya. Tahu triplek? Itu mukanya. Tahu beruang kutub? Mereka teman akrab, sama-sama dingin. Tahu pangeran berkuda putih? Ini, nih yang aku males bilang, mereka emang beneran mirip gantengnya. Kalau kalian pikir aku bakalan klepek-klepek hanya dengan sekali kibasan rambutnya, atau langsung meleleh cuma melihat mata jelaganya yang tajam, kalian salah besar. Aku bukan bagian dari sekumpulan cewek-cewek pengagum sosok Erza. Aku sebagian kecil, atau cuma aku satu-satunya cewek di SMA Saga yang memendan dendam kesumat sampai ke ubun-ubun. Kalian pengin tahu kenapa sebegitu bencinya aku sama dia? Mendekat sini, aku bisikin alasannya. Sahabatku, Vina saja tahu semua. Aku gak akan biarin kalian terserang demam tinggi hanya gara-gara memendam penasaran akut. "Pada suatu hari yang cerah, cerita ini dimulai ketika ...." "Lily!" Bahaya! Aku harus segera melarikan diri. Maaf, mungkin belum saatnya aku memberitahukannya sekarang. Ini masalah kelangsungan hidup dan matiku, tergolong sangat darurat dan sedang aku pertaruhkan. Aku janji akan menceritakannya sampai benar-benar tamat jika kalian mengikuti perjalanan paling mengenaskan selama aku jadi peserta didik baru di SMA ini. Bye-bye! "Lily berhenti sekarang juga! Di saat kaki-kakiku berlari menelusuri koridor, kepala dengan komando sendirinya memutar ke belakang hanya untuk memastikan entitas si muka triplek dan wajahnya semerah pantat babon. Lampu merah! Peringatan keras! Dia benar-benar sangat marah.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu