Maryem Haq

Maryem Haq

  • WpView
    Reads 564
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 24, 2017
12 tahun hidup tanpa mak bapak. Huh? Dihalau sebab orang lain ? Kini kembali membalas jasa abang- abangnya yang sudah memberi mimpi ngeri sepanjang hidupnya. Bukan dendam tapi pengajaran ! Kehidupan tanpa keluarga di usia muda bukan mudah. Di liwat ? Dicaci atas sebab orang lain ? Aduh !! Bukan Bala tapi Dugaan ! Papa- I dont care . You have to. Maryem-Kau takkan hidup senang selagi tak mintak maaf dari aku. Ingat tu ! Haq-Its not me. Saya dipaksa tanpa kerelaan. ------------------------------------------------------ Description ni actually bantai je. Tak tahu nak tulis apa. Author mintak maaf #firsttime
All Rights Reserved
#515
dendam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TOPENG
  • [C] BOOK 1 : DIA ABANGKU [KaiFang]✅
  • RINDU YANG DINANTI (C)
  • MIEN ESMERAY
  • Hanya Kau Di Hati (GxG)
  • ID untuk Hawa [Editing in Progress] [C]✅
  • MR. ASH SEBELAH RUMAH
  • Hidup Dalam Mati [Completed]
  • Dia Imamku
TOPENG

Di sebalik topeng berwajah senyum itu.... Tersembunyi sejuta memori gembira, ngeri, bahagia dan juga derita yang sering menghantui hidupnya. Segala keperitan hidup hanya dia yang tahu. Tekanan hidup, penyeksaan dan depresi yang dialaminya sejak kecil perlahan-lahan membentuk dendam kesumat yang tiada akhirnya. Bermula dengan ibu bapanya sendiri, Ariel terus memburu manusia lain yang dirasakannya melakukan satu kesalahan berat dan akan menghukum mereka. Baginya setiap orang yang melakukan kesalahan harus dihukum. Ya, harus! "Well, Mr. Fadli, I think I've been watching you commiting adultery for long enough and I'm so done with you. Rest in pieces!" Zap! Samurai yang dipegangnya dilibas tepat ke leher Fadli. Kepala yang sudah terpisah dari jasad itu pula bergolek-golek ke arah kaki Ariel. Spontan, kaki Ariel menyepak kepala akauntan muda itu seperti sedang melakukan free kick dalam bola sepak. Langkah kakinya diatur pergi dari situ, meninggalkan lantai yang berlumuran darah dan juga jasad tanpa kepala. Redakah dendam Ariel dengan terus-terusan memburu umat manusia? "I am everywhere, and I am watching you now, waiting for the right time to judge you."- Ariel

More details
WpActionLinkContent Guidelines