Asrama Jodoh

Asrama Jodoh

  • WpView
    Membaca 345
  • WpVote
    Vote 8
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Mar 5, 2017
Mengapa jantungku tiba-tiba seperti habis lari marathon?..aku tidak tau mengapa aku merasa nyaman dengan lelaki tampan yang sedang menggandeng tanganku,aku memperhatikan wajahnya yang berwarna sawo matang,rahang yang tegas,dan jangan lupakan hidung mancung itu,tubuhnya tinggi tegap dan dada bidang yang ia punya menunjukkan bahwa dia rajin berolahraga. "Mengapa kamu melihatku seperti itu?..aku tau aku tampan dan kamu terpesona dengan ku" Ucapan nya membuat ku berhenti melamun dan menatap nya tajam,mengapa kepercayaan diri nya tinggi sekali. "Hish,kamu memang percaya diri sekali"Ucapku dengan kesal. Akupun melepaskan genggaman tangan nya dan berjalan mendahuluinya,lalu akupun berlari agar dia tidak mengikutiku tetapi dia malah mengejarku,karna aku sudah lelah aku berhenti berlari dan tanpa aku sadari aku berada di depan gudang. "Kenapa kamu lari?"suara serak dan sexy itu terdengar di telinga ku "Kenapa kamu mengejarku?"tanyaku dengan napas yang tidak beraturan. "Karna aku ingin"jawabnya dengan santai. Lalu dia mendekati ku,aku pun mundur hingga aku merasakan punggungku terkena tembok,dia semakin mendekatiku,aku dapat mencium bau maskulin dari tubuh nya dan bau mint dari nafasnya. "Apa yang mau kamu lakukan?" Tanyaku dengan gugup "Aku menginginkanmu,aku sudah menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu"ucapnya,aku mencari kebohongan di matanya tapi tidak dapat aku temukan. "Jika kamu memang menyukai ku dan jika rasa suka itu menjadi lebih besar,berjuanglah"ucapku dengan tulus "Aku akan berjuang untuk mendapatkan mu"ucapnya "Tetapi aku tidak ingin kita bersentuhan,karna kita belum muhrim dan aku ingin kamu mencintaiku karna Allah bukan karna aku adalah wanita yang kau sukai" ucapku penuh dengan ketegasan. "Aku akan lakukan apa yang kamu mau,dan aku akan mulai mencintaimu karna Allah" Cerita cinta suci Dhea-Revan,yang memang ditakdirkan berawal dari pertemuan di asrama.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • "PERJUANGAN CINTA BEDA AGAMA"
  • FATE LOVE S2 •Sunsun•✓
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • Yang Tertinggal
  • Tuyul Jatuh Cinta
  • AIRen
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • Everything Between Us (ON GOING)

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan