"MERPATI TAK PEDULI TAKDIR"

"MERPATI TAK PEDULI TAKDIR"

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 21, 2017
Mengelak acuh sang perjaka gagah,,,,!!! Berangkat menjemput si putri jelita,bertemu di antara alang2 yang rimbun, embun dan elusan angin pagi kian mendukung, dimna kedua hasrat melebur, tercampur lengket. Terbang pasangan tadi, dengan penuh suka cita, bukan gangguan untuk sejoli ini, isak tangis bocah di tengah jalan, tetap melenggang ,,, terbang....!! Aba aba si perjaka,,, jelitapun meraih halus sayap perjaka, bercumbu mereka di atas awan, hingga tak bisa aku bayangkan betapa indahnya, mereka seakan memarahi angin yg mengoyak tempat bersembunyiny, memusuhi petir yg menyambar..mengagetkan,,, mengusir hujan yg membasahi sayap2.. Yg kian lemas, hingga mereka melawan ,memaki, mendengki matahari, yang berjalan sesuai orbit edarny,,,,, seakan enggan mereka usai,,, seakan sanggup sang perjaka mengehentikan matahari yang akan terbenam, sayap kecil lemahny menpunyai keyakinan busuk yg kian besar,,, jelita pasrah, jelita terus menggoda, perjaka semakin menjadi jadi... Dan ia berteriak.... Aku akan membunuh bulan, agar tak ada yang bisa menghentika sinarmu mentari...!!! Betapa anggkuhnya nafsu itu,,, semakin kuat kian merajai nuraniny... Hancurlah dunia... Ketika fatamorgana ,,, di yakini...!!! #art_q
All Rights Reserved
#26
nulisyuk
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • REQUIEM [HYUNJEONG]
  • Anugrah Azizah
  • KALINDRA
  • CAN'T GET OVER YOU [COMPLETED]
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • Awan Abu-Abu [END]
  • SENYUMAN TERAKHIR (On-going_Revisi)
  • Warna Langit (Blue Orangeade Sequel)
  • SELENOPHILE

[END] Setiap makhluk hidup akan mati... Siap atau tidak, hari itu pasti datang. Disaat tiba, kegelapan merangkak keluar celah. Malaikat penghakiman terbang turun dari langit senja. Tidak ada yang bisa menghentikan jika Yang diatas sudah berkehendak. "Apa yang kau lakukan?! Kehidupan masih panjang! Kau akan menanggung dosa jika mencoba bunuh diri!! " "Kau.... bisa melihatku? " "..... Eh? " Tepat dihadapan Jeongin berdiri sosok tinggi dengan sayap hitam membentang lebar, membingkai matahari yang mulai menghilang. Manik rubah membulat, menyadari maksud pertanyaan lawan bicara. Ah. Benar. Tidak ada manusia mempunyai sayap. Lantas mahkluk apa yang ada dihadapannya ini? Cerita hanya fiksi belaka. Semua murni imajinasi dari author.

More details
WpActionLinkContent Guidelines