Story cover for Another Second Chance by madameSchia
Another Second Chance
  • WpView
    LECTURES 15
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 1
  • WpView
    LECTURES 15
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 1
Terminé, Publié initialement févr. 22, 2017
Contenu pour adultes
Jodoh tidak ditentukan berapa lama menjalin hubungan. Atau seberapa banyak kecocokan seseorang dengan pasangannya.

Jodoh merupakan takdir. Yang sebagian merupakan pilihan Tuhan dan sebagian lagi adalah usaha seseorang untuk menemukan pasangan dalam sebuah keyakinan.

Keyakinan untuk menempuh kehidupan bersama, dalam keadaan sulit ataupun senang, dalam keadaan sedih ataupun bahagia, dalam keadaan kekurangan ataupun kelebihan.

Tapi, bagaimana jika orang yang selama ini kita yakini adalah jodoh kita dan ternyata bukan ? Satu-satunya cara adalah melepaskan dan "move on".
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Another Second Chance à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 9
Jodoh Tak Pernah Salah Waktu cover
Amira [ COMPLETED ] cover
Cinta tak keliru (END) cover
Kembali Bersamamu (END) cover
Your Destiny is My Choice cover
DikaRanggi cover
Tak Sengaja Jodoh cover
STRAY HEARTS [END] cover
What Makes You Beautiful [SELESAI] ✔️ cover

Jodoh Tak Pernah Salah Waktu

61 chapitres Terminé

"Kami tidak buru-buru. Kami hanya yakin dan kadang keyakinan itu datang lebih awal dari yang orang lain perkirakan". Ada sepasang anak muda yang tidak suka dengan drama percintaan. Pertemuan mereka mengakibatkan mereka beruda saling jatuh cinta dan ya.. mereka memutuskan untuk menikah. Bukan karena kejutan, masalah, atau karena desakan keluarga. Mereka menikah karena keinginan mereka sendiri. Karena cinta mereka bukan sekadar hanya perasaan manis mereka, tetapi keputusan yang mereka ambil bersama. Tapi menikah muda itu tetap saja penuh dengan cerita. Ada bumbu harian seperti debat atau karena masalah sepele, namun dibalik semua itu, mereka bahagia. Karena setiap tawa, kesal, dan pelukan mereka semuanya jadi bukti bahwa jodob memang tidak pernah datang terlambat dan tak pernah salah waktu.