Story cover for Cappucino  by Arulraif
Cappucino
  • WpView
    קריאות 90
  • WpVote
    הצבעות 17
  • WpPart
    פרקים 4
  • WpView
    קריאות 90
  • WpVote
    הצבעות 17
  • WpPart
    פרקים 4
מתמשך, First published פבר׳ 22, 2017
Key Mahendra , mahasiswa di universitas ternama yang memiliki sebuah Caffe yang bernuansa romance. Dia hanya tak tau arti cinta.
כל הזכויות שמורות
Sign up to add Cappucino to your library and receive updates
או
הנחיות התוכן
ייתכן שתאהבו גם
Unpredictable by anapluviophile_
19 חלקים מתמשך
Unpredictable mengisahkan perjalanan cinta antara Amara Chandrika dan Kavi Rajendra, dua mahasiswa yang memiliki latar belakang dan kepribadian yang berbeda. Amara, seorang gadis ceria dan optimis, terobsesi dengan psikologi dan percaya pada kekuatan cinta untuk mengatasi segala halangan. Ia memiliki cita-cita tinggi dan selalu berusaha menjadi versi terbaik dari dirinya. Namun, kepercayaannya mulai terguncang ketika menghadapi kenyataan pahit dalam hubungan. Di sisi lain, Kavi adalah sosok yang lebih introvert dan pendiam. Dihantui oleh trauma dari hubungan sebelumnya, ia kesulitan untuk membuka diri dan mempercayai cinta. Keberadaan Amara yang penuh semangat bagai angin segar dalam hidupnya, tetapi ia masih terjebak dalam ketakutan akan kehilangan. Pertemuan mereka di sebuah kafe menjadi titik awal dari perjalanan cinta yang penuh liku. Seiring waktu, keduanya menghadapi berbagai konflik-baik dari dalam diri mereka sendiri maupun dari lingkungan sekitar. Amara berjuang untuk memahami sikap Kavi yang tiba-tiba menjadi acuh, sementara Kavi berusaha mengatasi masa lalunya yang membayangi. Cinta mereka diuji oleh keraguan, kesalahpahaman, dan rasa cemburu yang muncul, menjadikan hubungan mereka semakin kompleks. Dalam perjalanan ini, Amara dan Kavi tidak hanya menemukan cinta, tetapi juga belajar tentang diri mereka sendiri. Mereka harus menghadapi pilihan sulit dan memahami arti pengorbanan dalam cinta. Apakah mereka mampu mengatasi rintangan yang ada dan membangun masa depan bersama, atau akankah mereka terpisah oleh ketakutan dan keraguan?